I Hate You Because I Love You

Copas cerita ICIL. Pinjem ya penulis... ^^

*****

Siang yang panas.itulah pendapat Ify mengenai hari itu. Ia baru saja menyelesaikan beberapa praktikum dan kini ia sedang berjalan menuju mobilnya yang terparkir di halaman sekolahnya.

“Hufft..akhirnya” ucap Ify ketika sudah berada di dalam mobil. Diputarnya kunci mobilnya 1kali, 2 kali, 3 kali, sampai berkali-kali, tapi mobilnya tidak menuruti kehendak Ify agar segera menyala.

“Aaaah..kenapa mesti mogok sih?” teriaknya kesal. Ia segera keluar dari mobil dan menendang bannya untuk sekedar melampiaskan kekesalannya.

“Kenapa lo? Mobil lo mogok ya?” ucap seseorang. Ify menoleh. DEG! Alvin! Tiba2 saja wajahnya mendadak panas. Ia segera memalingkan wajahnya dan berkata ketus,”bukan urusan lo!”

Alvin terlihat mengerutkan keningnya, tasnya ia sampirkan di bahu, dan segera berjalan menuju Ify. “Boleh gue liat?”. Ify hanya melihat sekilas pada Alvin dan membuang pandangannya kembali. Wajah Alvin terlihat
pucat menurut Ify.

Alvin langsung membuka kap mobil Ify dan memeriksa mesinnya tanpa meminta persetujuan dari Ify. “Emang lo ngerti?” ucap Ify jutek. Alvin mengangkat wajahnya dan berkata,”Lo lupa kalo gue kerja di bengkel sebelah? Gue
udah biasa nanganin mesin mobil”.

Ify tidak lupa, tau banget malah. Alvin yang setiap pulang sekolah kerja dulu di bengkel sebelah, Alvin yang pernah menjadi kapten tim futsal sekolah mereka, Alvin yang simpel tapi cool, Alvin yang cuek tapi ramah.
Ya, ia tau semua itu. Dan satu lagi, Alvin yang sudah berhasil masuk ke pikiran
Ify belakangan ini, orang yang diam2 dikagumi oleh Ify.

“Mesin mobil lo rusak. Ada beberapa kabelnya yang putus” ucap Alvin yang membuyarkan lamunan Ify. “Oh” ucap Ify singkat.

Alvin melihat Ify sejenak. “Mobil lo tinggal disini aja dulu. Biar gue bawa ke bengkel sebelah” kata Alvin. “Trus, lo pulang naik apa?”

“Gue pulang naik taksi aja” ujar Ify seolah-olah tidak peduli. Ia segera menelepon taksi. Selama beberapa menit, mereka hanya diam. Alvin pura2 menyibukkan dirinya dengan mesin mobil Ify, tapi tak jarang ia
malihat ke arah Ify. Begitu taksi datang, Ify segera masuk ke taksi tanpa
berkata apa2 pada Alvin. Alvin hanya bisa menatap kepergian Ify dan menghela
napas panjang. ‘Dia kok jutek banget ya sama gue?’.

***

Didalam taksi, Ify terus memikirkan sikapnya pada Alvin tadi. Ia menyesalinya.’Kenapa gue harus kayak gitu siih?’ batinnya kesal.

Itulah Ify. Setiap berhadapan dengan Alvin, ia selalu memasang tampang jutek dan berbicara dengan nada ketus. Tapi kalo gak liat Alvin sehari aja, pasti dicariin. Tapi giliran ketemu, balik jutek lagi deh.

Ify merasa benci dengan Alvin, benci kenapa ia slalu sekelas sama Alvin, benci kenapa harus Alvin yang ia suka, kenapa harus Alvin?

‘Aaaaaah…kenapa sih gue harus sekelas mulu sama Alvin?’ batinnya sambi mengacak-acak rambutnya frustasi.

***

Alvin berjalan lesu menuju kamarnya. Ia hari ini tidak kerja di bengkel. Ia hanya menitipkan mobil Ify segera izin pulang karena tidak enak badan. Ray yang melihat kakaknya lesu begitu, segera menyusulnya di kamar.

“Kenapa lo kak? Lesu banget” ujar Ray sambil duduk di sisi tempat tidur Alvin. Alvin tetap memejamkan matanya sambil berkata,”gak papa. Cuma capek dikit aja udah maen futsal”.

Ray langsung menaruh telapak tangannya di kening Alvin. Panas.

“Lo demam deh kayaknya. Gue panggilin mama ya!” Alvin hanya mengangguk. Kepalnya terasa berat. Tak berapa lama kemudian, ia tertidur.

***

Ify celingak-celinguk ke sekeliling kelas. Tapi yang dicariin gak ktemu2.

“Hayoo..nyariin Alvin kan?” seru Gabriel, sahabat Ify. Ify kaget dan langsung cengengesan.

“tau aja. Dia kemana?” kata Ify. Gabriel memang sahabat Ify yang paling dekat dengannya. Hanyasama Gabriel lah ia bisa mengeluarkan semua isi hatinya.

“Dia sakit. Kayaknya kecapean udah maen futsal kemaren. Kemarin aja dia udah pucat banget”.

“Owh..” itu saja kata yang keluar dari mulut Ify. Selebihnya pikirannya yang bergerak. Ia terus memikirkan Alvin yang sedang sakit sekarang. Tapi ia juga tidak berani menjenguknya.
Secara, gengsi gitu!!

***

Kini anak2 kelas XII hanya sibuk melengkapi nilai mereka masing2. Ada yang lagi berurusan sama guru soal nilai, ada yang nyantai aja di kelas karena nilainya udah beres, ada juga yang ujian praktikum kayak kelasnya
Alvin dan Ify sekarang. Kali ini kelas mereka sedang praktikum olahraga, lari.
Salah satu dari sekian banyak jenis olahraga yang dibenci Ify.

“Vin, lo gimana sama Ify?” tanya Iyel sesudah giliran anak laki2 yang lari. Kini giliran anak2 perempuan.

:”Gimana gimana maksud lo?” tanya Alvin balik.

“Maksud gue, lo kapan mau bilang ke Ify tentang perasaan lo ke dia?” kata Iyel. Gemas juga dia ngeeliat Ify sama Alvin. Sama2 suka, tapi pada gengsi.

Alvin tersenyum kecil mendengar penuturan Iyel. “Gue gak tau Yel. Dia jutek banget kalo sama gue. Benci banget dia kayaknya” kata Alvin pelan.

Tiba2 terdengar suara orang yang menjerit. Alvin dan Gabriel langsung menoleh ke arah sumber suara. Disana terlihat Ify yang tengah terduduk memegangi lututnya yang berdarah. Alvin dan Iyel segera melangkahkan kakinya
untuk menolong Ify. Tapi baru beberapa langkah, Alvin menghentikan langkahnya. Dilihatnya
Cakka sudah mendekati Ify dan menolongnya untuk berdiri. Gabriel yang melihat
kejadian itupun ikut berhenti. Ia menoleh ke arah Alvin yang sudah kembali ke
posisinya semula.

“Lo gak cemburu kan?” tanya Gabriel sambil menghampiri Alvin.

“Cemburu? Cemburu kenapa coba? Lagian, Ify tuh emang cocoknya sama Cakka yang ganteng, mantan kapten basket lagi” kata Alvin,”tajir pula” tambahnya dengan senyum pahit.

“Ify tuh bukan cewek matre tau! Kalo emang dia lihat dari fisik dan dompetnya yang tebel, dari dulu juga dia pasti udah nerima Cakka. Tapi dia gak ngasih jawaban ‘iya’ kan ke Cakka?”

“Gue tau. Cakka aja yang udah bisa dibilang perfek gitu masih ditolak sama Ify, apalagi gue. Setidaknya orang yang pantas ngedampingin Ify itu adalah orang yang sederajat sama dia” kata Alvin lirih.

Gabriel tidak tau lagi harus berkata apa. ‘Andainya lo tau Vin’

***

Perpisahan sekolah. Semua siswa kelas XII hadir untuk acara tersebut. Tak terkecuali dengan Alvin dan Ify. Alvin tampak sangat khusyuk memperhatikan Ify yang terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna biru cerah
yang tengah ia kenakan sekarang. Rambutnya ia biarkan terurai begitu saja,
tidak seperti teman2 lainnya yang menghabiskan lebih banyak uang buat ke salon
untuk menyanggul rambut mereka. Itu adalah salah satu hal yang disukai Alvin
dari Ify. Sederhana.

“Vin, lo bilang lo mau ngelanjutin kuliah di Malang kan, sambil kerja di bengkel punya om lo itu?” kata Iel. Alvin Cuma mengangguk.

“Berarti lo bakal lama ninggalin jakarta kan? Lo gak ada niat buat bicara sama Ify?”

Alvin sudah bisa menduga kemana arah pembicaraan Iel. Alvin mengedikka bahunya. “Lo bilang aja Vin ke dia. Seenggaknya, dia tau perasaan lo ke dia kayak gimana. Ntar lo juga kebawa pikiran mulu ke dia. Daripada lo pusing
sendiri sama perasaan lo, mending lo bilang aja ke dia. Itung2, buat ngilangin
sedikit beban pikiran lo lah!” kata Iel semangat.

Alvin merenungi kata2 Iel barusan. Ia tau Iel benar. Akhirnya ia memutuskan untuk mengatakannya pada Ify. Sekarang atau tudak selamanya.

“Gue mau ngomong sama dia Yel. Lo bisa kan bantuin gue?”

Iel tersenyum lebar dan mengangguk pada Alvin.

***

“Iel apa2an sih nyuruh gue ke sini?” ucap ify kesal.

“Gue yang minta” Ify menoleh. Dilihatnya Alvin sudah berdiri di sampingnya. Ify menarik napas, berusaha mengatur debaran jantungnya.

“Ngapain lo minta Iel buat nyuruh gue ke sini pas temen2 lain pada perpisahan?” kata Ify ketus.

“Gue pengen ngomong sama lo. Boleh?” kata Alvin sambil duduk di bangku taman tempat mereka sekarang berada. Mau tidak mau, Ify mengikuti langkah Alvin dan duduk di sampingnya.

“Gue mau pamit Fy. Gue mau pindah ke Malang”

JEDERRR!! APA??

“Trus, ngapain lo pake acara pamit segala ke gue?”

Alvin menghela nafas. Dia seharusnya sudah bisa menebak kalo Ify akan berkata seperti itu.

“Gak papa. Gue Cuma pengen lo tau aja. Selain itu, gue pengen lo tau perasaan gue ke elo fy” ucap Alvin pelan.

Jantung Ify makin berdetak kencang. Ia menunduk, tidak kuasa memandang Alvin.

“Gue tau fy kalo gue bukan orang yang selama ini lo harap2in buat jadi pendamping lo. Gue sadar gue Cuma seorang montir yang gak mungkin bisa ngedapetin putri kayak elo, mimpiin hal itu pun kayaknya gak pantes deh. Tapi
gue Cuma mau lo tau 1 hal fy. Gue bakal selalu & selalu sayang sma lo. Gak peduli
bagaimana pun juteknya lo ke gue” kata Alvin tersenyum. Ia lalu menarik nafas
dan melanjutkan,”Maafin gue ya fy. Gue udah berani masukin lo ke pikiran gue, maafin
gue yang selalu menatap lo dari jauh, maafin gue karena udah berani nyimpen perasaan
ini ke elo, maafin gue karena udah berani ngagumin lo diem2, maafin gue ya fy,
maaf”.

Ify tidak berkata apa2. Tidak terasa air matanya mengalir turun ia hanya bisa terisak mendengar kata2 Alvin. Alvin yang melihat Ify menangis, langsung gelagapan.

“Eh, lo kenapa fy? Gue salah ngomong ya? Sori, gue gak ada niat nyakitin elo fy. Gue..”

“Lo bodoh tau gak?”ucap Ify sambil menyeka air matanya. Alvin bingung mendengar perkataan Ify barusan.

“udah sejak kapan Vin?”

Alvin menatap Ify sejenak. “Dari kelas X gue udah suka sama lo Fy”.

“Lo emang bodoh. Kenapa baru sekarang bilangnya?” kata Ify menangis kembali.

Alvin tambah panik. “Fy, udah dong. Gue..gue..gue bingung kalo lo nangis”

Ify menghapus air matanya dan bertanya,”Vin, lo mau tau gimana perasaan gue?”

Alvin ingin bilang tidak, tapi dia penasaran juga. Akhirnya ia mengangguk.

“Gue juga sayang sama lo Vin”. Alvin terkejut sekaligus senang dengan perkataan Ify barusan. Ia tersenyum lebar, dan untuk pertama kalinya senyumnya dibalas oleh Ify dengan senyum manisnya.

Kini ia dan Ify akan menjalani hari2 baru mereka sebagai sebuah pasangan.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Status Palsu

Udah lama nggak ngepost cerita copas.. (copas kok bangga!) haha.. ICIL lagi nihh. Pinjem ya penulis.. ^^

****

“ Nie baca !! “ Deva menyodorkan selembar kertas pada teman2nya.
“ Apaan nie ??? target D’Ordo Community ??” Ozy meraih kertas tersebut dan membacanya.
“ D’ORDO Community HARUS BISA NGEDAPETIN CWE DALAM WAKTU 1 MINGGU !! “ Ozy membacanya keras. D’Ordo adalah genk yg anggotanya Obiet, Ray, Deva dan Ozy. Jadi disingkat Ordo deh ^^.
“ Target macem apa tuh ??” protes Ray.
“ Iseng aja. Lagian kan untuk mengukur kemampuan kita. Seberapa cepet kita dapet cwe” jelas Deva.
“ Gue sih oke2 aja. Toh gue juga dah ada gebetan “ terang Obiet.
“ Huhh mentang mentang “
“ Trus klo yg menang ?? mo di kasih apa ??”
“ Yang menang jadi ketua D’Ordo, ditraktir sama kita2 , trus dapet fasilitas selayaknya ketua deh “
“ Uidihh boleh tuh “
“ Makanya “
“ Oke gue setuju !! tapi jangan seminggu dong, dikit amat. Sebulan gimana? “ usul Obiet.
“ Ahh elo nawar ga kira2 itu mah ngeborong namanya. Kalo setahun gimana ? “ tawar Ozy yang langsung dapat jitakan kompok dari ketiga temennya.
“ Jahh sama aja, mending gue kale “ bela Obiet.
“ Duhh udah malah berantem. 2 minggu plus 1 minggu “ kali ini Deva yg mengusulkan.
“ Nahh itu juga boleh. Tapi maksudnya plus plus gmana tuh ?? “ Tanya Ozy bingung.
“ 2 minggu tuh buat pedekate, trus yg dah dapet wajib ngebawa pasangan kalian ke acara valentine “ jawab Deva.
“ Valentine ??” Obiet lola.
“ Iya . Kan 2 minggu itu tepat sama hari valentine. Nah disitu kita tau siapa pemenangnya” Obiet ber-oo mendengar jawaban Deva.
“ Ehh tapi ini bukan taruhan kan ??” Tanya Ray polos.
“ Ya bukan lah Ray..ini bukan taruhan tapi judi “ canda Ozy.
“ Ahh elu nih, biasa bgt becanda. Gue kan serius “
“ hhe maap deh “
“ Jadi gimana ?? deal ??” ucap Deva.
“ Deal sih, tapi yg kalah suruh ngapain ??” Tanya Obiet.
“ Oia, yg kalah traktir kita semua. Gimana ??”
“ Oke, DEAL !! “ D’Ordo setuju. Dan lusa, pertarungan dimulai ^^


-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ray menghempaskan tubuhnya di kasur. Tangannya meraih kalender di meja samping tempat tidurnya. Hari ini tanggal 29 Januari. Lusa tanggal 31, ia harus bekerja keras nuntasin target D’Ordo supaya ga kalah dan nraktir temen2nya. Sebenernya susah buat Ray untuk bias dapet cwe dalam waktu sesingkat itu. Gebetan aja ga punya, gimana mo jadian ?? jadian ma siapa ?? sama mamahnya ?? Ray bisa aja nolak target tadi, tapi dia takut bakal diledekin sama yg lain, dibilang masih anak kecil lah, ga laku lah. Beda dengan ketiga temennya. Ray tau mereka semua udah pada punya gebetan. Obiet kesemsem berat sama Oik, tetangganya. Mereka dah kenal dari kecil. Berangkat pulang sekolah pun bareng. Mungkin ga sulit buat Obiet tuk ngungkapin rasanya ke Oik dan kemungkinan besar Oik juga bakal nerima. Ga beda dengan Ozy. Ozy lagi deket sama anak kelas sebelah yg terkenal cantik dan smart, Achi , ehh Acha ding. Ozy ngincer Acha belum lama ini. Mereka sering ngobrol bahkan sms an. Kalo Deva sih, gampang aja buat dia tuk ngedapetin cwe. Secara dia punya tampang yg cakeeppp bgt. Sementara dirinya ?? ahh…Ray jadi putus asa. Dia lingkari angka 14 di bulan Februari dengan spidol birunya. Dia tuliskan ‘ Penentuan ‘ …!! Ray jadi kacau sendiri. Dia putuskan untuk tidur.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------


“ RAYYYYYYY !!!!” panggil seorang. Ray kaget mendengar suara cempreng yg memanggilnya. Jangan jangan…
“ Rayy,,,Oliv dateng “ seru gadis berkacamata yg langsung memburu ke tempat Ray.
‘ bener dugaan gue ‘ pikir Ray.
“ Loh Oliv, kok loe bias ada disini ??” Tanya Ray.
“ Iya Ray, mulai saat ini ampe bulan depan, Oliv mau liburan disini “ jelas Oliv.
“ Oh,,” lirih Ray kecewa. Oliv adalah temen kecil Ray. Sejak dulu ray ga suka dengan kehadiran Oliv. Oliv bawel, cerewet, rese, dan masih banyak lagi sifat Oliv yg ga Ray suka. Sekarang sampe sebulan kedepan, Oliv bakal tinggal di Jakarta, otomatis kehidupan Ray terganggu dan itu bisa ngrusak konsentrasi Ray tuk berjuang nuntasin target D’Ordo.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sore harinya…

“ Ray mau kemana ??” Tanya Oliv pas ngeliat Ray udah rapi. Selama liburan Oliv liburan di Jakarta, dia emang nginep di rumah Ray. Maklum dia ga punya keluarga di Jakarta. Kebanyakan keluargannya nyebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
“ Mo ke rumah temen “ jawab Ray secuek mungkin.
“ Oliv ikut “ pinta Oliv manja.
“ Ha ?? aduuhh Oliv, ga bisa “
“ Kenapa ??”
“ Ini..emm..khusus acara buat cwo. Yang ngumpul2 juga cwo semua, Oliv kan bukan cwo, jadi ga boleh ikut “ terang Ray. Oliv mengangguk paham. Dia melangkah meninggalkan Ray dengan lesu.
“ Gila aja klo Oliv sampe ikut, apa kata mereka coba ??” Tanya Ray pada dirinya sendiri.


@ Rumah Ozy, basecamp D’Ordo pas hari Rabu.

“ Gimana perkembangan kalian ??” Tanya Ozy.
“ Perkembangan ?? kaya apa aja “
“ hhe maksud gue, kemajuan kalian , ahh ribet deh “
“ Oh,,lancar bro, kemaren gue baru aja nemenin Oik ke rumah mbah nya” ujar Obiet.
“ Ha ?? rumah mbah Oikk yg di Semarang itu ??” Tanya Deva penasaran, soalnya yg dia tau rumah nenek Oik ada di Semarang.
“ Beuuhh, ya ga lah !! gue nemenin ke rumah mbahnya yg di Muria Agung “ jelas Obiet.
“ Ha ?? Muria Agung itu bukannya yg ada di deket sekolah ya ??” Ray memastikan.
“ Yapp !! tepat “
“ Huu gue kiraen lo ke SEmarang “ Obiet Cuma nyengir. Serempak D’Ordo yg lain menjitak kepala Obiet.
“ Ahh elo Biet, kalo gue lebih berkembang nie “ kata Ozy sok.
“ Emang apa ??”
“ Semalem gue telponan ma Acha ampe kuping gue panas, trus kemaren lusa gue nganterin dia pulang, yeess !!”
“ Slamet deh, kalo loe dev ??”
“ Gue bingung nih sob, soalnya ada 2 cwe di pikiran gue”
“ Lah kok bisa ??”
“ Iya. Yang 1 namanya Keke, senyumnya maniss bgt. Yang atu nya agy Syafa, dia imuut deh. Mereka berdua temen les gue “
“ Wahh laku keras dong loe “ timpal Ozy.
“ Enakk aja !! lu kira gue barang ??!!” balas Deva.” Kalo loe Ray ??” tanyanya.
Ray tersentak.” Ha ? Gue ?? emm...ya..ya lancar lah “ jawab Ray gugup.
“ Oh,,gue doain deh biar loe lebih lancar lagi Ray” Untung temen2nya ga nanyain lebih detail cwe yg dimaksud Ray, kalo iya, bisa mampus Ray ga bisa jawab.


------------------------------------------------------------------------------------------------------

5 hari berlalu..

" Surprise !! " teriak seorang cwe pas Ray baru aja negbuka pintu.
" Apaan nih Liv ??" Ray kaget. Dia liat kamarnya berbeda 180 derajat. Serba kuning !! warna yg paling dibenci Ray. Kuning semua mulai dari sprei, karpet, lampu, dan masih banyak lagi aksesoris kuning di situ. Ray juga ngeliat ada figura kuning di samping fotonya sama D'Ordo. Figura yg jelas diliat kalo itu OLIV !! belum lagi tulisan dari sterefoam di dinding yg bertuliskan " RAVIA" ughh !! enek Ray liatnya.

" Apa apaan sih Liv ??"
" Ray seneng kan sama kejutan dari Oliv ??" tanya Oliv riang.
" Seneng ?? ga !! semua ini norak tau !!" Oliv terbelalak.
" Gue ga suka dan akan pernah suka sama warna KUning !! " bentak Ray. Oliv menunduk.
" Ma..maafin Oliv Ray, Oliv pikir Ray suka. Maaf kalo Oliv cuma bikin Ray ribet. Oliv cuma pengen orang yg Oliv sukai suka sama kejutan yg Oliv kasih " jelas Oliv. Ray ga kalah kaget.
" Ja..ja..di Oliv suka Ray ??"
" Iya. Dari dulu malah " ucap Oliv sambil melangkah meninggalkan kamar Ray. Ray hanya terpaku. Dia berusaha mencerna apa yg dialaminya berusan.


Ray termenung di tempat tidurnya. Dia ga nyangka Oliv bakal ngungkapin perasaannya langsung sama ray. Sebenernya Ray tau Oliv suka dirinya sejak kecil. Gara2nya pas Ray ultah ke-5, Oliv langsung nyerbu Ray dan mencium pipinya di hadapan temen2 mereka yg masih TK. Emang sih itu dulu bentuk keluguan anak kecil. Tapi sejak itu Ray menganggap bahwa Oliv suka dirinya. Dan itu ga salah ngeliat peristiwa tadi sore. Tiba2 mata Ray melirik ke kalender di meja belajarnya. Ia raih kalender tsb. ' Aduhh..tinggal 10 hari lagi nih, apa gue terima Oliv aja ya ?? tapi status palsu dong gue ?? ahh mikir amat! yg penting gue ga kalah dan harus nraktir mereka ' pikir Ray.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------


Pagi harinya

" Hyy Oliv, ehh Ray mao ngmong sebentar sama Oliv" pinta Ray pas Oliv baru keluar dari kamarnya.
" Ngmong apa Ray ??"
" Emm..yg kemaren Oliv bilang itu bener kan ??"
" Ha ?? yang kapan Ray ??"
" Itu, yg Oliv bilang Oliv suka sama Ray "
" Ohh itu. Ya bener lah Ray . Emang kenapa??"
" emm...se..se..benernya Ray juga suka Oliv. Tapi Ray baru nyadar. Ray sadar karna Oliv perhatian banget sama Ray. Oliv mau kan jadi cwe Ray ??" tanya Ray selembut mungkin. Biar Oliv ga curiga.
" Ha ?? beneran Ray ?? aduhh Oliv mau banget !! "
" Hhe makasih ya Liv, ehh ntar temenin Ray ke rumah temen2 Ray yahh. Ray mao kenalin Oliv ke mereka"
" Mau Ray. Mau banget !!" Ray lega. Dengan membawa Oilv dan ngenalin dia ke D'Ordo, itu artinya dia udah terbukti jadi pemenang. Dan lagi dia juga bisa langsung mutusin Oliv.


@ Rumah Obiet ( Basecamp D'Ordo di hari Minggu )

" Ha ?? ini cwe loe Ray ??" tanya Ozy ga percaya.
" Iya. Olivia namanya.Liv kenalin temen2 aku"
" Olivia "
" Ozy "
" Deva "
" Obiet "
" Sejak kapan jadian sama Ray ??" tanya Deva.
" hhe baru tadi pagi " jawab Oliv malu2. Sementara Ray rada salting.
" Ohh..muga langgeng deh " harap Obiet diamini Ozy dan Deva. Muka Oliv malah gelisah ga karuan.
" Kenapa Liv ??"
" Aduhh..Oliv kebelet pipis. Toilet mana ??" Obiet menunjuk arah dapur sambil menahan tawa.
" Huaaahahahahahah..." tawa Ozy Obiet dan Deva meledak pas Oliv dah ga ada ditempat.
" Loe nemu cwe model gitu dimana sih Ray ??"
" Auk Ah. Ehh gue dah resmi jadi pemenang dong ??" tanya Ray mengalihkan.
" Ha ?? emm..udah sih tapi.."
" tapi apa ??"
" Tapi kita kan belom nemu yg kalah. jadi di acara Valentine's day nanti kita wajib ngebawa cwe kita masing2 dan yg dateng sendiri berarti dia yg kalah" jelas Deva.
" Lah kok gitu ?? kenapa mesti nunggu valentine sih ??"
" Yahh kan batas waktu nya 2 minggu tepat pas Valentine. itu udah perjanjian" ray lemas seketika. Itu artinya dia harus tetep jadian sama Oliv sampe Valentine 9 hari lagi. Itu artinya Ray harus bersabar menjalani status palsunya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Sore itu Ray pulang basah kuyup. Dia ujan ujanan sama D'Ordo. Masa liburan Ray gunain untuk main di luar. Sebisa mungkin dia menghindari Oliv. Ray memasuki ruang tamu. Oliv yg lagi nonton TV panik.

" Astaganaga Ray ?? kamu kenapa ??" belum Ray menjawab, Oliv udah melejit ngambil handuk buat Ray. Ray menerimanya.
" Ray pasti kedinginan yah ?? nanti Oliv minta mbok siapin air panas. ato Ray laper ?? nanti Oliv siapin makanan" tawar Oliv bertubi tubi. Ray yg lagi pusing ga bisa menahan emosinya.
" Aduuhh Oliv !! bawel bgt sih !! gue ga mau apa2 !! gue cuma mau istirahat dan loe jangan ganggu gue !!" bentak Ray sambil berjalan menuju kamarnya.


Malam harinya..
Oliv membawa nampan berisi makanan ke kamar Ray. Itu perintah mama Ray. Soalnya sejak tadi sore Ray belum bangun juga dari tidurnya.
TOKK..TOKK..ga ada jawaban. Oliv mutusin untuk masuk aja. Ray masih tertidur pulas. Oliv taruh nampan tsb di meja samping kasur Ray. Pas Oliv mau ngebangunin Ray, dia liat wajah Ray yg pucat dan keringat yg meleleh di wajahnya. Penasaran Oliv sentuh kening Ray. Oliv tersentak.' Panas ' batinnya. Lalu dia pergi ke dapur untuk mengambil air es.

" Buat apa Liv ?" tanya mama Ray gitu liat Oliv membawa baskom beserta handuk kecil.
" Ini tante, Ray panas "
" Apa ?? pasti karna ujan ujanan tadi. Ya udah sini biar tante aja yg ngompres "
" Ga usah Tan, Oliv aja. Lagian kan tante besok harus kerja"
" Ya udah makasih ya nak "


@ Kamar Ray
Oliv mengompres dengan telaten. Sesekali dia meliriki wajah Ray. ga ada dendam sama sekali di hati Oilv meskipun Ray bersikap cuek padanya. Lama kelamaan Oliv lelah sendiri. Diapun tertidur di samping kasur Ray.


Pagi harinya...
Ray bangun dari tidurnya. Dia bangun bukan hanya ngerasa badannya enakan, tapi juga karna laper dari tadi malem ga makan. Pas Ray mau beranjak, dia kaget ngeliat baskom beserta handuk kecil di keningnya. Lebih kaget lagi pas ngeliat Oliv tertidur pulas di samping kasurnya.' apa Oliv yg rawat gue ??' tanya Ray dalam hati. Ray memandangi wajah Oliv. Entah kenapa hatinya ga karuan

" Liv..." lirih Ray.
" Ehh..Ray,,udah bangun. Gimana ?? udah rada mendingan ??" tanya Oliv.
" Ha ?? emang gue kenapa ??"
" Ya ampun. Kamu kan semalem demam. badan kamu panas"
" Ohh..pantesan semalem gue keringetan. Eh ngomong2 elo ya yg ngerawat gue ??"
" Iya lah Ray. Oliv kan cwe Ray. Masa Oliv ngebiarin mbok Sri yg ngerawat Ray sih ??" Ray tertegun denger pengekuan Oliv. Ga disangka Oliv masih peduli dengannya meskipun Ray berusaha cuek dengannya. Oliv juga masih menganggap dirinya cwe Ray meskipun Ray udah bentak2 Oliv.
" Liv..makasih ya udah ngerawat Ray " ucap Ray tulus.
" Sama sama Ray. Oliv mau mandi dulu ya. Bau nih.heheh"


-----------------------------------------------------------------------------------------------------


Ray melamun di teras rumahnya. Sendiri. Sore ini Oliv pergi ke swalayan nemenin mamahnya. Semenjak sakitnya itu, Ray berusaha bersikap baik pada Oliv.Lagi asiknya ngelamun, dateng Shilla,kakak Ray satu2nya.

" Hayoo ngelamunin Oliv ya ??" tebak Shilla.
" Ihh Apaan sih Kakak " bantah Ray.
" Ray, kamu jangan sampe nyesel loh "
" Ha?? nyesel ?? kenapa ??"
" Yahh nyesel karna nyia nyia in Oliv. Cwe kea Oliv itu ga banyak loh Ray "
" Sok tau nih Kak Shilla"
" Ehh beneran. Kakak perhatiin hubungan kamu terus loh sama Oliv. kakak liat,kok kamu dingin banget sama Oliv,padahal Oliv itu pacar kamu . Ato jangan2 kamu status palsu ya ??" goda Shilla.
" Ga Kak. Ihh kakak jangan ganggu Ray dong "
" Ray..kakak cuma mau pesen aja, jangan sampe kamu nyesel juga kea kakak"
" Maksud kakak ?"
" Dulu kakak punya temen cwo. Dia ga terlalu cakep dan juga sederhana. Tapi dia baek bgt sama kakak. Dia ga sombong. Tapi dia pergi pas kakak baru sadar kakak cinta sama dia "
" Emang apa hubungannya sama aku ??"
" Oliv itu sama kea temen kakak Ray. Awalnya kamu ga suka. Karna mungkin Oliv ga termasuk tipe kamu. Tapi ada 1 hal di diri Oliv dan temen kakak yg belum kamu sadari "
" Apa kak ??"
" Ketulusan. Kakak minta kamu pertimbangin perasaan kamu ke Oliv Ray " pesen Shilla lalu pergi ninggalin Ray yg masih bingung.


Malam harinya...

' maksudnya kak Shilla apaan yah ?? emang sih selama ini Oliv slalu baek sama gue. Gue bentak ya Oliv cuma nunduk malah kadang becanda. Trus gue cuekin ya Oliv masih care sama gue ?? aduuhh Raynald...apa sih yg ada di dalem hati loe sebenernya ??' tanya Ray dalam hati. " Ahhaa !! gue tau jawabannya "pekiknya .Saking seriusnya berpikir, Ray sampe tidur larut malam.


--------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi harinya ray langsung memburu ke kamar Oliv. Ray tau kalo perasaanya udah berubah sama Oliv. Dia mau bilang ke Oliv kalo dia bener2 suka sama Oliv. Tadinya Ray mau bilang semalem,tapi sepulang dari swalayan Oliv malah tidur. sesampainya di kamar, ga ditemuinya sosok Oliv. Kamarnya juga rapi dan...kosong !! sedikit panik, Ray temui Shilla.
" Kak..kak Shilla Oliv mana ??"
" Ha ?? Oliv kan udah balik ke Medan "
" Apa ?? kapan ?? kok ga pamit sama aku ??"
" Tadi pagi jam setengah 8. Ga pamit gimana ?? orang pintu kamar kamu kekunci. Udah berusaha di ketok2 tapi ga bangun juga. Makanya kalo tidur jangan kemaleman " Ray nyesel. Semalem dia emang tidur jam 2. gara2 mikirin Oliv.
" Dia balik sendiri kak ?? gimana sih ?? katanya disini 1 bulan "
" Ga. Sama mamanya. Mama Oliv cemas Oliv disini sendiri makanya dia jemput"
" Yahh telat "
" Tuh kan kakak bilang apa . Rasain deh "
" Yahh kakak bukannya hibur malah nyukurin" Ray manyun. Shilla cuma geli ngeliat ade nya.


------------------------------------------------------------------------------------------------------


14 Februari

Sebelum acara sore hari nanti, D'Ordo ngumpul2 di rumah Ray ( basecamp D'Ordo di hari sabtu ) Ray putusin untuk cerita semua sama D'Ordo.

" Jahh..elo mending Ray, lah gue ??"
" Emang loe kenapa Zy ?? bukannya loe udah jadian sama Acha ??" tanya Ray.
" Iya. tapi ternyata semua palsu. Tau ga ?? Acha tuh sama kea kita. Bedanya dia tanding sama kakaknya, kak Angel. Siapa yg paling cepet diantara mereka jadian sama cwo, itu artinya yg kalah ngasih barang yg dipengenin sama yg menang. Pantesan aja pas gue nembak Acha , dia langsung nerima " jelas Ozy.
" Lah, loe tau darimana ??"
" Dari Kak Angel. Kea nya dia ga terima deh dikalahin Acha. Makanya dia ngomong ke gue. Dan begitu gue tau semuanya,langsung gue putusin Acha "
" hha sabar Zy. Gue juga ga kalah apes kok "
" Emang kenapa Biet ?? Oik gimana ?? bukannya loe sering jalan sama dia ??"
" heuh..dia udah punya cwo. Anak kuliahan. Namanya Cakka. Oik itu backstreet sama dia. Dan ternyata selama ini gue jalan sama Oik buat nemenin dia ketemuan sama Cakka. Kan ortunya cuma percaya sama gue. Trus kalo udah ketemu Cakka, ya jadi obat nyamuk deh gue. Payah " keluh Obiet.
" Cup..cup..sabar Biet "
" Tragis"
" Keanya loe pemenangnya deh Dev "
" Ha ?? gue ?? ga . Gue sama kea kalian. gatot "
" Maksudnya ?? loe kan punya Keke sama Shafa ??"
" Iya tapi 2-2 nya ilang. Keke tuh ga boleh pacaran dulu sama ortunya sebelum dia jadi sarjana " terang Deva.
" Uidihh busett !! lama bener Keke jomblo "
" Makanya "
" Trus Shafa ??"
" heuh .. gue udah ke-geeran sendiri. Selama ini Shafa ngeliatin gue ternyata karna gue ngingetin dia sama temen kecilnya "
" Emang mukanya mirip sama loe ??" Deva mengangguk.
" Trus temen kecilnya kemana ?? meninggal ? ato pergi ??" Obiet penasaran. Deva menggeleng.
" Ga. tapi di rumah sakit jiwa. Dia stres karna pernah liat pembunuhan di depannya"
" Ha ?? Huaaahahahahahahah. Parah loe Dev, masa muke loe mirip sama orang gila "
" Iya makanya gue mutusin nglupain Shafa. Gian kan tengsin gue "
" Aduuhhh..ternyata ga 1 pun dari kita yg menang atopun kalah. Seri semua "
" Iya Zy, target itu ga ada gunanya. Toh Acha, Oik, Oliv, Keke maupun Shafa cuma lewat aja. Ga mampir ke kita "
" Setuju Dev. Gue juga nyesel udah ngorbanin semua ke Oik. Males bgt liat dia pacaran sama Cakka "
" hemm...mau kita pasang target 2 minggu ato 2 tahun sekalipun, mau kita berusaha cari cwe ampe jamuran, kalo belum waktunya kan juga ga akan dateng . Percuma " ungkap Ray.
" Iya. Gue rasa kita D'Orda di takdirin untuk bareng2. Senasib sepenanggungan "
" Tepat Zy, D'Ordo emang slalu kompak "
" Slalu bersama "
" Slalu menolong 1 sama lain "
" Hahah...."

D'Ordo kompakan untuk ga dateng ke acara Valentine yg udah mereka tunggu2. Lagipula ngapain dateng kalo ga sama cwe ???
Kini mereka sadar kalo persahabatn ga akan bisa digantikan meskipun ada cinta mendatangi hati mereka...


-------------------------------------------------------------------------------------

Terpaksa aku mencintai dirimu
hanya untuk status palsu..
Setengah hati kujalani cinta
Karna aku tak suka denganmu....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Simple Plan - Perfect

Hey dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan?
Do you think I'm wasting my time doing things I wanna do?
but it hurts when you disapprove all along

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't pretend that I'm alright
And you can't change me

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spend with me
Now seem so far away
And it feels like you don't care anymore

And now I try hard to make it
I just want to make you, proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't stand another fight
And nothing's alright

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

Nothing's gonna change the things that you said
Nothing's gonna make this right again
Please don't turn your back
I can't believe it's hard
Just to talk to you
But you don't understand

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect
Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS