Best Friend VI

Tuhan adil, kok…

Citra dan Rio sekarang teman akrab. Anak-anak CTG jadi iri pada Citra. Tapi Citra nggak tahu itu. Ada satu lagi yang nggak diketahui anggota CTG, Nia yang lucu dan imut-imut ternyata punya penggemar rahasia! Suatu hari, Nia nemuin surat di lokernya…
Dear Nia…

Nia…
1 + 1                  = 2 mataku selalu menatap wajahmu
3 + 3                  = 6 indraku merasakanmu
12 + 12              = 24 jam ku nanti kenalan denganmu
50% + 50%      = 100% ku sayang kamu
182, 5 + 182,5   = 365 hari ku merindukanmu

Dari penggemar rahasiamu

“Cieeeeeee……!!!!!!” Teriak semua CTG seelah Nia membacakan suratnya.
“Tuh kan… Nia banyak fansnya! Nia gitu loh!” Kata Nia bangga.
“Mungkin tuh orang katarak kali ya naksir sama Nia?” Kata Kira bercanda.
“Jangan gitu lagi…Nia kan imut-imut.” Kata Ara.
“Ara baik deh. Gak kaya Kira. Wek!” Nia ngomong sambil melet ke Kira. Kira langsung menggelembungkan pipinya.
“Aku penasaran deh, penggemar rahasianya Nia tuh kayak apa.” Kata Citra.
“Iya…ya…” Kata Nia.
“Aku tau! Gimana kalo kamu kasih surat balasan ke dia. Taruh aja di loker kamu. Kamu bilang pingin ketemuan.” Kata Kira.
“Wah Kira pinter!” Jawab Nia.

Dear penggemar rahasia Nia…

Makasih ya suratnya. Tapi Nia penasaran nih pingin ketemu.

Dari Nia

Nia meletakkan suratnya di loker. Esoknya dia dapat balasan…

Dear Nia…

Kita ketemuan di tempat biasa kamu nongkrong sama anak-anak CTG.
Aku pakai baju putih, celana jins, dan topi biru. Besok jam 3.

Dari penggemar rahasiamu.

Nia seneng banget! Dia nggak sabar ketemu penggemar rahasianya itu. Anak-anak CTG yang lain juga. Mereka memutuskan mengintip diam-diam saat Nia bertemu dengan penggemar rahasianya.


Nia dan CTG sudah sampai di restoran tempat mereka biasa kumpul-kumpul. Mata Kira mulai berkeliling mencari  orang yang memakai baju putih, celana jins, dan topi biru.
            “Itu dia!” Kata Kira.
            “Wah…Kayaknya cakep deh.” Kata Nia sambil menghampiri cowok itu.
Nia langsung duduk di kursi. Dia penasaran wajah di balik topi yang dilihatnya.
            “Hai! Ini aku, Nia!” Kata Nia. Cowok itu memalingkan wajahnya melihat Nia. ‘Bener kan! Ganteng!’ Batin Nia.
           


“Nia, kenalin aku Okky.” Kata cowok itu sambil mengulurkan tangan. Nia membalas uluran tangan Okky.
            “Okky udah pesen makanan?” Tanya Nia.
            “Belum, kan nunggu Nia.” Jawab Okky.
            “Pelayan!” Panggil Nia.
            “Mau pesan apa?” Tanya sang pelayan.
            “Nia pesen kentang balado sama jus strobery yang pakai es krim, mesis, dan susu kental manis. Okky mau apa?” Tanya Nia.
            “Sama deh.”  Jawab Okky.
Nia dan Okky akhirnya mengobrol. CTG sampai bosen nungguin. Okky kayaknya bisa memaklumi sikap Nia yang kayak anak kecil. Sedangkan Nia, ngrasa nyaman banget deket Okky.
Akhirnya, jam setengah lima
            “Udah?” Tanya Citra pada Nia yang setelah Okky pulang menghampiri CTG.
            “Udah. Ganteng, keren, tinggi, lucu, asyik, pengertian, baik, namanya Okky.” Jawab Nia alas kali tinggi bagi dua sama dengan luas segitiga.
            “Nia…Nia…Baru ketemu aja udah kayak gini gimana nanti kalo udah pacaran?” Tanya Ara heran.
            “Nia sama Okky udah pacaran kok! Tadi Okky bilang suka sama Nia, terus Nia terima.” Jawab Nia.
            “Tapi kan kamu baru ketemu dia sekali!” Kata Kira.
            “Gak papa dong! Kesan pertama itu kan perlu.” Bantah Nia.
            “Iya deh…” Jawab Citra.
I just wanna say I love u
I just wanna say I love u uuu..uuu Suara HP Kira berbunyi. Rendy!
            “Halo?” Kata Kira mengangkat teleponnya.
            “Halo Kir, aku mau pulang. Kamu jemput aku di bandara ya!” Jawab Rendy.
            “Oke!” Kata Kira sambil menutup Hpnya.
            “Yes…yes…yes…!!!!” Teriak Kira kaya orang gila.
            “Ada apa sih?”Tanya Nia yang marah karena teriakan Kira membuyarkan lamunannya tentang Okky.
            “Rendy mau pulang ke Indonesia!” Jawab Kira senang.
            “Oh, itu. Pantesan seneng banget!” Kata Citra santai.
            “Aku disuruh jemput dia di bandara loh!” Kata Kira lagi.
            “Hmm… Rendy mau pulang?” Tanya Ara tiba-tiba. Kira yang dari tadi lonjak-lonjak langsung berubah ekspresi.
            “Sorry Ra, aku lupa. Nggak papa kan?” Tanya Kira.
            “Nggak papa kok! Aku tau kamu udah baaaanyak banget berkorban buat aku. Lagian, aku udah nggak ada perasaan apa-apa lagi kok sama dia.” Jawab Ara tulus. Kira tersenyum bahagia, dia langsung memeluk Ara.
            “Makasih ya, Ra!” Bisik Kira pada Ara.
            “Sama-sama.” Kata Ara sambil melepaskan pelukan Ara.
‘Citra sama Rio, Nia sama Okky, Kira sama Rendy. Aku sama siapa dong?’ Batin Ara.


Saat istirahat, seperti biasa CTG berkumpul di kantin.
            “Kamu kenapa, Ra? Kok dari tadi nglamun?” Tanya Citra melihat dari tadi Ara diam dan melamun.
            “Ng…nggak papa kok! Aku Cuma ngrasa aja, di antara CTG Cuma aku yang nggak punya cowok. Apa karena aku jelek dan miskin?” Jawab Ara sedih.
            “Nggak kok, Ra! Kamu tuh malah manusia terbaik di dunia. Hati kamu tuh caaantik banget dan kamu juga nggak miskin kok! Kamu malah kaya akan kasih sayang dan ketulusan” Kata Kira.
            “Waaah… Kira udah jago puitis nih…! Kira, bikinin Nia puisi dong buat Okky!” Kata Nia polos.
           




“Kamu kok bisa ngrasa gitu sih, Ra?” Tanya Citra lagi.
            “Cit, kamu punya Rio. Kira sama Rendy. Nia sama Okky. Tapi aku?” Jawab Ara.
            “Oh, itu. Tenang, Ra. Anak kayak kamu itu pasti gampang dapet cowok! Mungkin belum waktunya aja.” Kata Kira menghibur.
            “Makasih ya temen-temen. Kalian emang sobatku yang paling baik sedunia!” Kata Ara.
            “Udah lah… Daripada suasananya nggak enak terus kayak gini, aku mau ajak kalian jemput Rendy nanti di bandara. Mau kan?” Tanya Kira.
            “Ye… Bilang aja minta ditemenin.” Kata Citra.
            “Iya deh… iya…” Kata Kira sambil menggelembungkan pipinya.
            “Okey, kita ikut!” Kata Ara dan Nia bersemangat.


Di rumah Kira…
            “Rambut aku udah rapi kan? Dandanku nggak menor kan? Baju aku maching nggak sih? Aduh… ni jepet susah amat sih dipasang!” Tanya Kira yang dari tadi riiibet banget.
            “Udah kok, udah! Kiraku sayang udah caaantik banget!” Kata Ara menghibur.
            “Sama Nia cantikan mana?” Tanya Nia.
            “Cantik semua!” Jawab Ara.
            “Udah, yuk! Ntar telat loh!” Seru Citra.
            “Iya!” Jawab CTG bersamaan.
Sesampainya di bandara…
            “Eh, itu Rendy!” Teriak Nia. CTG langsung menghampiri Rendy. Kira langsung berlari memeluknya.
            “Aku kangen banget sama kamu, Kir!” Kata Rendy.
            “Aku juga.” Kata Kira sambil melepas pelukannya.
            “Kenalin, ini Ikbal. Temen aku di Amerika. Dia juga dari Indonesia.” Kata Rendy sembari menunjuk cowok tinggi, tegap, gagah, dan keren di sampingnya.
            “Kira,” Kata Kira sambil mengulurkan tangan.
            “Ikbal.” Kata Ikbal sambil membalas uluran tangan Kira.
            “Ikbal, ini sobat-sobat aku. Citra,” Sambil menunjuk Citra.
            “Nia,” Sambil menunjuk Nia dan saling berjabat tangan.
            “Dan Ara.” Sambil menunjuk Ara. Mereka berjabat tangan.
            “Yang namanya Ara itu, manis juga.” Bisik Ikbal pada Rendy.
            “Iya lah… Sohibnya cewekku emang cantik-cantik!” Bisik Rendy pada Ikbal.
            “Udah yuk! Kalian langsung ke tempat biasa aja. Aku sama Ikbal mau pulang dulu naruh tas, terus langsung ke sana.” Ajak Rendy.


            “Jadi kamu ke Indonesia Cuma liburan? Terus kamu ke Amerika lagi?” tanya Kira pada Rendy saat sudah ada di restoran tempat biasa mereka.
            “Iya. Ya kan, Bal?” Tanya Rendy sambil menatap Ikbal.
            “Ikbal!” teriak Rendy. Ikbal dan Ara dari tadi saling berpandangan.
            “Cieee… Ara!!!” Teriak CTG.
            “Tuhan adil kan?” Tanya Citra
            “Iya.” Jawab Ara lirih.


-END-

Hoho.. tamat deh...
Nggantung ya ceritanya?? Ya maap~ Maklum, pemula! hehe..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar