Sepenggal Kisah Pahit dan Manis di SMA

Copas... Pinjem ya penulis... ^^

*****

Seorang cowo tengah duduk di atas kasurnya. Rio. Remaja cerdas berusia 16 thn yg lahir dari orang tua yg super sibuk, sehingga hanya pada temannya dia dpt mengekspresikan diri.
Kini, dia sedang merenungkan masa lalunya...

Rio P.O.V

Kenangan yg terlupakan, memberi pelajaran yg begitu berarti.Teman-teman yg selalu menemani. Alvin, Cakka, Gabriel. Diantara kekonyolan mereka, diantara kenakalannya, serta kelakuan kami yg buruk....

Tok..Tok..Tok...
"Permisi den, ada telpon dari non Shilla"kata Bi Ijah, membuyarkan lamunanku.
'Shilla ? ngapain ?' tanyaku dalam hati.

Rio : Hallo
Shilla : Hallo, Rio ! Apa kabar, yo ? udah lama ga ketemu ! kangen banget deh...
Rio : Emmmhh... kayanya salah sambung deh !
Shilla : Jangan rese deh, yo ! lo tuh ga pinter boong
Rio : Ada apa ?
Shilla : Eh, yo, lo sering ketemu temen SMA kita ?
Rio : Minggu kemaren gue ketemu sama Debo di mal.
Shilla : Ooh, gue juga 3 hari yg lalu ketemu sama Ify.
Rio : Eh, tunggu, siapa lo bilang ?
Shilla : Ify, yg manis itu looh ! dia kirim salam buat lo.
Rio : Ify ga tau kali ya, kalau kita udah putus lama. emm, Shill, udah dulu ya, bye.

Aneh, mengingat Ify membuatku teringat kembali ke masa 3 tahun yg lalu...

_Flashback_

"Serang !" aku mengomando anak-anak SMAku. Ya, tawuran, itulah yg dilakukanku dan teman-temanku.
Tawuran antara sekolahku dan sekolah sebelah memang sudah sering terjadi, tapi kali ini, aku menjadi korbannya...

"Rio..Rio... kamu sudah bangun sayang ?" ujar seorang perempuan.
"Ini dimana ?"tanyaku, aku berusaha bangun, tapi kepalaku terasa berat.
"Jangan bangun dulu" larang mamaku sambil menahan badanku.
"Kamu di rumah sakit, sayang. hiks" ucap mama, sambil menangis.
"Ma..." aku benci jika harus melihat orang yg kusayangi menangis.

Tahun Pertama.......Beberapa minggu kemudian, aku pindah sekolah atas saran papaku...(di skip ya)
Saat itu pertama kali aku bertemu dia.

"Cepetan ! ntar telat !" kata cewe itu pada temannya.

Tiba-tiba bel masuk berbunyi...

"Sudah masuk ya ?"tanyaku pada diri sendiri
KREEK ! terdengar suara benda terinjak.
"Eh, apaan ini ?" aku mengambil benda yg baru saja ku injak.
'Bros bunga. Pasti punya cewe manis tadi' batinku

Hari pertamaku di sekolah baruku. Tidak begitu menyenangkan menjadi anak baru.
Saat istirahat, aku memilih berkeliling sekolah.

"Eh, cewe itu kayanya pernah liat deh" aku melihat seorang gadis manis sedang mengobrol bersama temannya. aku pun menghampirinya.
"Emm.. permisi, apa ada yg merasa kehilangan bros kaya gini ?" tanyaku sambil mengeluarkan bros yg tadi pagi kuinjak.
"Itu punya saya" jawab cewe manis yg bernama Ify itu.
"Patah..." katanya lagi, terlihat raut kekecewaan di wajahnya.
"Hehe, iya, ga sengaja di injak" kataku sambil nyengir.
"Permisi... terimakasih" kata Ify lalu pergi.
"Hei ! maaf kalo patah, jangan marah dong" kataku sambil berteriak.
"Heh, kamu ga tau, bros itu pemberian ibunya yg baru meninggal 2 bulan yg lalu" maki seorang cewe yg ternyata adalah Sivia, sahabat Ify.
"Fy, Ify ! Tunggu, mau kemana ?" Sivia mengejar Ify.

'Pantas saja !' batinku, sekarang aku merasa bersalah.

Keesokan harinya, banyak surat berdatangan, kebanyakan, amplop merah jambu dengan wangi parfum. Surat cinta. Memang, Rio menjadi cowo yg byk disukai cewe di sekolahnya, karena wajahnya yg tampan dan manis.
Rio akhirnya memilih ke kantin bersama sahabatnya.

Di kantin....
"Yo, malem minggu ntar, kita ngumpul yu, mau gak ?"ajak Cakka.
"Gue ikut ! udah lama ngga nih !" aku menyetujui ajakan Cakka.

Malam minggu... (di skip lagi)
"Bi, ngga usah nunggu Rio pulang, kunci aja pintunya, kalo bibi takut, tidur aja di kamar Pak Udin ya !" ucapku pada Bi Ijah.
"Iya den," jawab Bi Ijah.

Akhirnya malam itu, Rio, Cakka, Alvin, dan Iel bersenang-senang.

Tahun ke2... (lagi lagi di skip)
Aku memasuki sekolah dengan gontai. aku melamun sepanjang jalan.

"Permisi ! Jangan menghalangi jalan dong"terdengar suara seorang cewe membuyarkan lamunanku.
"Eh, maaf, emmm...Kamu Ify kan ?" tanyaku pada Ify.
"Seratus ! Masih ingat dengan saya,Yo ? ya udah, saya permisi dulu."pamit Ify sambil tersenyum.
'Entah kenapa, melihatnya tersenyum membuat hati menjadi lega, ya ?' pikir Rio.

Dan sejak saat itu, aku mulai berpikir jernih.. Aku mulai merubah sifatku menjadi lebih baik.

"yo, gue beli cincin buat geng kita" kata Alvin.
"Cincin apaan ?" tanyaku.
"Cincin persahabatan, gue pake, lo pake, Cakka pake, Iel pake, jadi kita gaakan pernah terpisahkan."kata Alvin. aku pun memakai cincin itu.
"Thanks bro, gue yakin kita ga akan terpisahkan." ucapku.
"Oh iya, pelajaran Pak Duta nanti, kita bolos yu" ajak Iel.
"Ayo, gue juga lagi males belajar nih" kata Alvin dan Cakka.
"Gue ngikut aja deh"ucapku.

Pelajaran Pak Duta...
"Aman ! Satpamnya lagi di panggil sama kepsek" kata Iel.

Satu-satunya jalan keluar adalah dengan memanjat tembok belakang sekolah.
"Lo yakin kita manjat?"tanyaku pada Iel untuk memastikan. Iel mengangguk pasti.
"Hey kalian ngapain di situ !" teriak pak satpam yg melihat kami.
"LARIII !!"aku dan teman-temanku berlari menghindari kejaran pak satpam.

Kejadiannya cepat sekali, aku menabrak Ify, dan kacamata yg hari ini di pakenya jatuh (biasanya pake softlense). dan tanpa sengaja aku menginjak kacamatanya.
"Ah"kata Ify, ia terjatuh, aku ga bisa berbuat apapun, karena aku sedang di kejar pak satpam.

'Ya tuhan, apa yang baru saja kulakukan' aku menyesali perbuatanku.

Di sekolah keesokan harinya...
"Rio, ikut gue yu, gue pengen ngobrol."ajak Agni.
"Gue mau curhat, gue tau lo pernah liat gue dimarahin nyokap gue waktu gue main basket, mama ngelarang gue main basket, katanya, anak cewe ga boleh main basket, katanya daripada basket, mending gue les balet, tapi gue ga mau. gue tau mama salah, cewe itu ga harus bisa nari iya kan ? gue ga mau masalah gue sama nyokap diketahui orang lain. Karena itu gue percaya lo yo. Rio.. please jangan kasih tau siapa pun ya."jelas Agni sambil memohon.
"siip, tenang, gue bisa jaga rahasia lo" kataku lalu tersenyum.

Tahun ke3.....

Hari Minggu, aku pergi untuk lari pagi ke taman.
Di taman,

"Koran Koran !!"terdengar suara penjual koran.
"Hei, koran sini !"seorang bapak di sebelahku membeli koran..

Aku sempat melihat isi koran itu sekilas. Aku kaget..

Di koran itu tertulis "2 orang kakak beradik, putra seorang pejabat over dosis obat tidur, diduga ke 2 rdmaja tersebut frustasi akibat perceraian orang tua mereka. Inisial ke2 remaja tersebut GST, dan CKN.

'jangan-jangan Cakka dan Iel ! tidak mungkin ! baru saja 1 minggu aku tidak bersama mereka, dan sekarang ini yg terjadi ?'sesalku dalam hati. aku memutuskan pulang dulu ke rumah untuk ganti baju.

Di rumah...
"Den, barusan bibi dapat kabar kalau sahabatnya den Rio, mas Alvin, meninggal, kecelakaan motor saat sedang balapan" aku kaget. sudah sering aku mengingatkan Alvin untuk jangan balapan lagi, tapi ia masih saja tidak menurut, dan sekarang akibanya ? dia meninggal karena kecelakaan. Aku tak percaya ke3 sahabatku harus di jemput maut secepat itu.

2 hari kemudian, kami berkumpul lagi, bukan di sekolah melainkan di pemakaman.

"Eh, kamu Rio kan ?" sapa seorang pria yg tak lain adalah ayah Cakka dan Iel.
"Saya ingin memberikan ini, di saat terakhirnya, Cakka dan Iel minta agar cincin ini diberikan kepada nak Rio, terimalah" kata pria itu sambil menyodorkan 2 buah cincin.

'Bagus Cak, yel, vin, sekarang lo cuma ngasih cincin buat salam perpisahan ? dasar ga tau malu ! gue ga tau harus marah atau sedih, perasaan gue campur aduk. seharusnya kita ga terpisahkan !'kataku dalam hati.

1 minggu kemudian di lapangan basket...
"Rio, gue tau lo sedih kehilangan sahabat, gue cuma mau bilang jangan putus asa. Masih byk temen diluar sana, salah 1nya mungkin bisa jadi sahabat yg bener-bener membawa kamu jadi orang yg lebih baik, hanya, kita harus jadi pemilih, sahabat yg baik selalu mendorong lo untuk berbuat baik dan mencegah keburukan buat lo, bukannya menjerumuskan"kata Ify.
"Thanks"ucapku, lalu Ify pergi meninggalkanku.

2 minggu lagi ujian akhir di gelar, aku benar-benar serius belajar, semua buku habis kubaca (lebay).

akhirnya ujian selesai(di skip)

Aku menghampiri Ify.
"Hai, fy, gimana kabar Agni sama ibunya ? Agni juga cerita sama gue"aku memulai pembicaraan.
"Kamu mau nyebarin berita itu ya ?" tanya Ify sewot.
"Engga kok. oh iya, kalo lo masih marah soal bros yg waktu itu, biar gue ganti !"aku mengalihkan pembicaraan.
"kamu emang nyebelin !"kata Ify.
"Oh iya, masalah Agni, akhirnya dia dibolehin main basket sama ibunya"kata Ify sambil senyum.
"yes akhirnya. Oh iya fy, gue mau minta tolong" kataku sambil mengeluarkan cincin persahabatan kami.
"Gue itung sampe 3, lo lempar cincin ini ya" lanjutku.
"1...2...3" Ify langsung melemparnya.

Asal tahu saja, bukan bermaksud ngubur masa lalu. Kenangan itu cukup diukir dalam hati, dan dijadikan cerminan masa depan.
Akhirnya aku menemukan sahabat yg lebih baik, ya Ify dan Agni adalah sahabat baruku...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

GUE SAYANG ELO!!

Cerita copas... Pinjem ya penulis... ^^

*****

"ARRGHHH!! SIALAN!! APASIH MAUNYA DIA???! RIO ITU PUNYA GUE!" Dea marah2 sepanjang jalan di koridor sekolah, gue hanya bisa setia dengerin ocehan dia. Oh iya nama gue Zevana. Dan Dea ini, sepupu gue yang paling the best! huahh.. Gue rasa ocehan Dea bakal terus berlanjut sampe di rumah. Dea tinggal di rumah gue, soalnya bonyok nya dia sama bonyok gue ke luar negri, dititipin deh, katanya gini "kalian itu masih kecil! gak boleh tinggal sendiri!" padahal Kakaknya Dea udah kuliah, cari alasan aja tuh nyokapnya. rumah gue jadi panti asuhan gitu, kakaknya adeknya, dia, tinggal di rumah gue semua.

"Udahlah , De! Ngapain sih di pikirin? Cowok kayak dia tuh gak pantes buat lo!"


"Ze! Lo enak ngomong gitu! Tapi gue masih suka sama Rio ! Dan sekarang Rio malah sama Shilla!! Gue ga terima !!"


"Dea..."

"Zevana! Gue tuh masih suka sama Rio ! Seenaknya aja dia mutusin gue!"

"Dea.."


"Gue ga terima! ga terima! ga terima!"


"Dea..."


"Riooooooo cuma punya gue!!!"


"DEA!!!" akhirnya gue teriak, Dea diam, daritadi dia termakan ego nya sendiri, cuma karena seorang RIO.

"Heh? Kenapa? Kok teriak2?" kata Dea dengan muka polos tanpa dosa. Astaga.. 3 x gue manggil elo, De.. TIGA KALI !!!

"Udah dong, gimana lo bisa lupain Rio Rio itu kalau elo ngomongin dia terus?" gue bingung deh, Siapa sih Rio? Sampai dia bikin saudara gue yang susah banget jatuh cinta , tergila2 sama dia. Oke, gue tau dia mantannya Dea, tapi gue ga pernah liat dia, emang siuh kita sekelas, tapi guekan paling males keluar kelas kalau istirahat, kerjaan gue duduk2 aja di kelas mainan hp. setiap gue mau liat foto Rio di HP Dea gak dibolehin. katanya, "nanti lo naksir." najis. gue cuma mau liat foto Rio. Rio anak 12 b . Gue ga pernah liat dia, katanya sih dia eksis, tapi menurut gue biasa aja. gue ga kenal Rio soalnya gue ga pernah sekelas sama dia. Dan sekarang gue kelas 11E dia 12B. Kakak kelas sih, gue ga tau banyak Kakak kelas, yang gue tau anak2 OSIS paling. Itu juga gak semua. Gue gak suka sama Kakak kelas, kesannya mereka (sok) berkuasa gitu. Jadi gue ga mau kenal mereka. cukup sekedar tau. Dan Kak Shilla dia itu termasuk Kakak kelas, yang rese. *just story oke?*

"Tapi gue udah sayang banget sama Rio !"


"Lupain dia ! Masih banyak cowok lain tau gak ! Cowok lain yang jelas2 jauh lebih baik dari dia!"

"Ze ! Lo ga tau apa2 tentang Rio ! Ga ada yang lebih baik dari dia ! Ngerti lo !"Dea pergi ninggalin gue... Tinggalah gue berdiri sendirian di sini. Tertunduk sedih. Gue berjalan sendirian, dengan langkah pelan2. Dea udah pulang duluan. Gue ditinggal. Sekarang gue harus pulang sama siapa? Gue tunggu aja deh angkot lewat. Gue duduk di depan sekolah.

"kok sendirian?" suara laki2 gue gak kenal suara ini. gue nengok ke dia.


"Gue ditinggal supir gue, tadi supir gue sama saudara gue, jadi gue ditinggal." gue berusaha tersenyum.


"Saudara lo?" gue mengangguk.

"Siapa?"


"Dea.." lelaki itu tampak malu2 saat gue menyebut nama Dea.


"Mau gue antar?" tanya dia. gue berfikir sebentar.


"Lo siapa?" gue tanya namanya.


"Alvin... Lo?"

"Zevana..."

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Alvin benar2 mengantar gue pulang dengan selamat.

"Thx ya Kak.." Alvin mengangguk lalu pergi. Gue masuk ke rumah. Gue melihat Dea lagi dengerin ipod, Deva sama Ray lagi main PS, Kak Angel lagi ngerjain tugas kuliahnya. Kak Dayat lagi main laptop.

"Zeva pulang..." Dea menengok dengan muka sinis, Kak Angel tersenyum, Kak Dayat, Deva, Ray cuma jawab .. "hmmm" ga mutu. Gue naik ke atas, masuk kamar. Membanting badan gue ke kasur. menutup mata gue, memikirkan yang sudah terjadi.Gue udah sama Dea dari kecil. Dea itu setahun lebih tua, tapi karena telat sekolah, jadi kita satu kelas. Gue sama Dea selalu dibilang twinmate, kita kemana2 bareng, dan muka kita katanya mirip. Gue sayang sama Dea, tapi kenapa sekarang harus bertengkar hanya karena seorang cowok? Kenapa De? air mata gue mengalir... gue menghapus air mata gue dengan segera.

Gue masuk kamar mandi, membersihkan diri (?), biar lebih fresh . Gue turun ke bawah untuk makan malam. (wuaaa! tadi aja baru pulang sekolah jam 14.00 sekarang udah malam)

"Ze, lo kenapa? Tumben telat ke bawah buat makan malam? Biasanya lo kan paling cepet mau makan." kata Kak Dayat menghina, tapi kali ini gue gak menyahut, hati gue masih dipenuhi pertanyaan yang sama "Kenapa De? Kenapa gara2 cowok yang gak gue kenal elo mesti marah sama gue? Kenapa?"

"Lo ada masalah?" kata Kak Dayat iseng2 berhadiah. Gue hanya tersenyum paksa, lalu menggeleng. Dea msaih melihat gue dengan muka sinis.

"Kok tumben tadi gak pulang sama Dea?" kata Kak Angel bertanya. Dea diam.


"Mmm.. itu Kak... Tadi aku ada yang ketinggalan... jadi aku suruh Dea pulang duluan.." Kak Angel angguk3. 'maafin gue Kak, terpaksa gue bohong.' batin gue. gue terpaksa berbohong, gak mungkin kan gue blg gue berantem sama dia? gak lucu banget, yg ada dia blg gue pengadu. Kita udah selesai makan, Kak Dayat narik tangan gue.

"Apa sih Kak?"


"Lo bohong kan? Lo ada masalah apa sama Dea?" gue tau Dea mendengar pembicaraanm gue dengan Kak Dayat dari balik tembok di dekat kita.


"Kak jangan di sini deh, di kamar gue aja." gue berbisik ke Kak Dayat. Kak Dayat mengangguk2.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Jadi itu masalahnya?" gue mengangguk2 sedih.


"Lo mau gue hajar si Rio? Gue kenal kok sama dia!" gue menggeleng..

"Jangan, Kak. Gue gak mau dia malah makin benci sama gue.."


"Nanti lo cerita lagi ya sama gue, gue masih ada tugas nih, lo taukan Bu Winda kalau marah gimana? Gue kerjain dulu ya." gue mengangguk. Perasaan gue sedikit lega.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dea masih menangis di kamanyarnya, membaca sms2 dari Rio yang dulu, yang belum dia hapus.

From : Rio
De, kamu lagi apa? Udah makan belum?

From : Rio
Aku kangen nih sama kamu

From : Rio
Kamu belum tidur?

dst.. sampai akhirnya, SMS yang membuat tangisannya semakin kencang.

From : Rio
De, maaf, kita putus, aku sadar aku suka sama org lain. Dan aku ngga bisa mempertahankan hubungan kita. Maaf kita putus.

SMS terakhir dari Rio, Dea mencoba sms Rio, tapi Rio ngga pernah bales, gue rasa itu keterlaluan! kalau udah putus , itu gak berarti kita musuhkan? masih bisa temenan kan? Oke, gue gak pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta, tapi dari banyak temen2 gue, kalau udah putus mereka jadi musuh. Hukum dari mana coba yang bilang "kalau putus berarti musuh" ngga ada kan? trus kenapa kalian musuhan? Bodo ah! Bukan urusan gue! Ngapain coba gue mikirin hal yg blom pernah gue rasain? Pikirin aja apa yang ada di depan gue sekarang. repot amat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Mmm, Kak, hari ini gue berangkat sama Kakak ya?" gue memohon ke Kak Dayat, gue lagi gak mau berurusan sama Dea, bukannya gue mau menghindar dari masalah, tapi Dea lagi butuh sendirian. Biar Dea, Ray, sama Deva yang naik mobil, gue naik motor aja sama Kak Dayat.

"Kenapa?" gue melihat Kak Dayat dengan tatapan yang seolah2 berbicara gue-gak-mau-sama-dea-dulu-woy! Kak Dayat mengangguk.

"Kak, kok lo sama Kak Dayat?" Ray bertanya


"Gakapa2, lo sama Deva aja gih." Ray menurut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Gue mau jalan sama siapa? Dea sih enak punya banyak temen, temen gue kebanyakkan beda kelas, gue mau ke kantin lagi. sama siapa ya? Udahlah sendiri aja.

'ih! Zevana kenapa sih? Bukannya nyamperin gue buat minta maaf!' kata Dea menggerutu dalam hati.

gue berjalan sambil membaca novel, gak sengaja gue nabrak seorang cowok. Gue gak kenal dia, tapi gak enak juga kalau ga minta maaf, toh gue yang salah.

"Eh, sorry ya, gue ga sengaja."


"KALO JALAN PAKE MATA DONG LO!" kata cewek di sebelahnya, yang gak lain gak bukan itu Kak Shilla.


"Maaf ya Kak, saya udah minta maaf. Dan saya nggak ada urusan sama Kakak." gue berusaha sesopan mungkin.

"TETEP AJA LO UDAH NABRAK COWOK GUE!" dia asih berteriak. 'cowok gue?' berarti ini Rio dong?


"Maaf ya, Kak! Saya mau koreksi kata2 Kakak yang tadi, sebenernya jalan bukan pake mata, tapi pake kaki. Yang benar itu kalau jalan lihat2!"

"GA USAH NYOLOT DEH LO!!" kata Kak Shilla sambil mendorong bahu gue.


"Yang nyolot itu Kakak tau saya? Maaf Kak, saya ngga ada urusan sama Kakak." gue beranjak pergi meninggalkan Shilla. Rio tertawa kecil melihat Shilla yang dikenal ratu bacot kalah telak sama adek kelas.

"Ngapain kamu ketawa2?! Huh!"

"Eh, Shill, jangan marah dong. Lagian masa kamu kalah sih sama anak kecil?" kata Rio masih senyum2 menahan tawa.

"Tau ah!" kata Shilla pergi dengan muka memerah karena malu. Tinggalah Rio yang masih senyum2 sendiri.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Ih, apa2n sih tuh Kakak kelas! ngatain orang nyolot! gak sadar diri apa kalau dia nyolot!" gue menggerutu dalam hati. Gak disangka ternyata udah bell pulang (bukannya tadi istirahat? lanjut sajalah)

"Sini lo!" aduh, apalagi ini, temen2nya Kak Shilla nih, gue digiring ke belakang sekolah.

"Ada apa ya?" gue bertanya dengan tampang polos. Gue emang gak ngerti apa masalahnya.

"HEH! LO UDAH PUNYA 3 KESALAHAN SAMA KITA!"

"Apa? Seingat saya, saya nggak punya masalah sama Kakak2 ini. Kalau Kak Shilla saya rasa ada, tapi kalau Kak Ify dan Kak Via saya rasa ngga ada."

"Kesalahan lo. 1. Tadi lo nyolot sama gue!" kata Shilla keras.

"2. Kemaren lo pulang bareng Alvin" lanjut Kak Via.


"3. Tadi pagi lo berangkat bareng Dayat." sambung Kak Ify.


"1. saya tau Kak saya salah, tapi tadi saya udah minta maaf. 2. Kemaren Kak Alvin kok yang ajak saya pulang. 3. Kak Dayat itu Kakak saya, jadi kalau Kak Ify mau, ambil aja." jawab gue menurut pernyataan masing2.

"TAPI LO UDAH KURANG AJAR DEPAN GUE! LO UDAH BIKIN RIO KETAWAIN GUE! GUE EMANG JADIAN SAMA RIO CUMA MAIN2! TAPI GUE PUNYA HARGA DIRI!" kata Shilla keceplosan. WHAT?! Main2? kacau nih orang bener.

"AWAS KALAU LO SAMPE BILANG KE RIO MASALAH INI!" kata Kak Shilla ngancem gue, tapi buat gue ancaman Kak Shilla ga ada artinya.

"Kenapa kalau saya bilang ke Kak Rio? Ada masalah?" jawab gue santai. Kak Shilla udah mau mendaratkan tamparannya ke pipi gue. Reflek mata gue tertutup. Tangannya gak mendarat di pipi gue. gue membuka mata gue, Kak Rio memeluk gue sambil menahan tangan Kak Shilla lalu menghempaskan tangan Kak Shilla dengan kasar. Apa ini? Kenapa jantung gue berdebar kencang saat Kak Rio memeluk gue? Kenapa?

"Yo.. tunggu Yo.. Aku.." Kak Shilla gelagapan.

"Apa? Lo mau bilang kalau lo cuma jadian main2 sama gue, dan lo selingkuh sama CAKKA?" kata Rio menekankan nama Cakka.

"Cakka?? Dari mana kamu... "


"Asal lo tau ya! Cakka itu sepupu gue! Dan dia ga tau gue pacar lo! Dia cerita ke gue dia suka sama lo! Puas lo! Kita PUTUS!" kata Rio membentak Shilla lalu pergi meninggalkannya sambil menarik tangan gue.

"Eh, Kak... Tangannya..." gue menunjuk tangan Kak Rio yang masih megang tangan gue.

"Sorry..." kata Rio melepaskan tangan gue.


"Gak apa2 Kak."


"Nama lo siapa?"

"Zevana."


"Gue..

"Rio, saya udah tau Kak.. Kakak, mantannya Dea kan?" kata gue langsung to the point. Rio mengangguk pelan. "Saya tau kok Kak, sayakan sepupunya Dea."

"Ouw gitu ya, Jangan ngomong saya, gak enak, gue aja."


"Iya, Kak. Maaf."

"Ga usah maaf, lo gak ada salah.. Gue boleh minta nomor handphone lo?" kata Kak Rio sambil mengeluarkan BB nya. Gue kasih aja lah. Kita tukeran no. HP sama tukeran pin BB.

"Makasih, mau gue anter pulang?" gue mengangguk. Dari situ gue sama Kak Rio jadi sering smsan, bbm-an. ke kantin bareng, dll. Gue mulai nyaman sama Kak Rio, gue pikir, gue suka sama dia. dan Gue rasa Dea bakal tambah marah sama gue. Gue harus jelasin ke dia!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Ze, gue mau ngomong sama lo." Dea memanggil gue. Astaga ad keajaiban apa Dea manggil gue? Terima kasih Tuhan.

"Apa?"


"Lo jadian sama Kak Rio?" kata Dea langsung, oh God, semoga aja ga ada apa2, gue gak jadian sama Kak Rio, oke gue akui, gue emang suka sama Kak Rio. Tapi..

"Jawab aja, gue ga akan marah kok."


"Nggak kok." gue menjawab.

"Hmm... Yg bener?"

"Iya! Gue ga jadian sama Kak Rio"


"Ze, kenal Alvin ga?" Alvin? Ada apaan nih? ya jelas lah gue kenal, gue juga sering BBM-an kali ama Alvin.

"Kenal. kenapa?"

"Gue suka sama dia."

"HAH???!!" Thx God.. Akhirnya.. Dea udah ga suka sama Kak Rio.. Gue lega kalau gue suka sama Kak Rio.

"Gue punya pin BB nya Alvin." kata gue tersenyum jail.

"Ihh! Mau dong!!"

"Ga boleh!"


"Ahh! Zevana mah gituuuu!" gue sama Dea, udah baikan. gue makasih banget sama Tuhan, sama Alvin !! Ya ampun, ga ada Kak Alvin gue ga bakal baikan sama Dea. Hoahh... Jam berapa sekarang? ASTAGA! Jam setengah 5! Gue ada janji sama Rio jam 6!! Gue buru2 mandi, terus berangkat ke tempat yang dikasih tau Rio.

"Kak, sorry ya gue ..." kata2 gue terhenti... gue gak percaya sama yang gue lihat. lilin yang disusun hingga terlihat tulisan "R <3 Z"

"Kak ini..." gue masih gak percaya. Rio tersenyum, dia duduk di sebelah gue.. bermain gitar, sambil bernyanyi..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS