Tragedi Nasi Goreng William

Wkwkwkwkwk.... Ini lagii... Heran aku yang nulis dapet inspirasi dari mana.... Ini juga copas dari ffnya ICIL. Dengan edit nama di sana-sini. Pinjem ya penulis... ^^

*******

"William, bangun Wil." Oma menggoyang-goyangkan tubuh William.

"Mmmppff..." William menggeliat. Williamoszta histeris..kyaaa...ah kumat deh alay gua.
"Ayo, udah jam 7. bangun."
"Hah?! jam 7!?" William celingak-celinguk nyari jam. dia nyari di bawah kolong kasur, di meja belajar, di bawah bantal, dan dia baru inget kalo jam nya itu ngegantung di dinding...
"Hahahaha..." Oma tertawa ngeliat William kesana-kemari seperti cacing kepanasan belom makan 3 taon..
"Omaaa! jangan nakutin, dong! baru jam setengah 6 juga!"
"Iya iya maaf. udah sana mandi, makan, terus berangkat."

William dengan langkah gontai memasuki kamar mandi..setelah selesai dia langsung menuju meja makan. di sana sudah terhidang NASI GORENG buatan Oma yang katanya enak. katanya lho.. masi katanya..

"Ayo, Wil. sarapan." ujar Kak Helen, kakak William yang udah siap cabut.
"Iya, ah. banyak omong lo Kak." William mulai menyendok nasi goreng itu.
"Aah, apaan lo Wil. lo orangnya lelet, tau ga?"
"Ga tau."
"Nyolot lo, ya sekarang? awas, lo.. Oma! Helen berangkaat!" Kak Helen menyambar kunci mobil.
"Waaaahhh!! jangan Kak! cuman becanda gua!"
"Jangan macem-macem aja lo Wil."

William buru-buru menghabiskan nasi gorengnya, takut ditinggal beneran. soalnya sekolah William lumayan jauh.

"William, ini nasi gorengnya masih nyisa. bawa ya buat bekal?" Oma nyodorin tempat makan William.
"Hmm, oke deh. kebetulan nanti William pulangnya sorean."

Setelah itu William ngikutin Kak Helen masuk ke dalem mobil dan Kak Helen tancap gas langsung bak pembalap F1..

@Sekolah William

"Hai, Wil!" sapa Marco.
"Hai, Marco.." bales William.
"Pagi, Wil!" sapa Adit.
"Pagi juga Adit.." bales William.
"Woww, ada William!" sambut Sony.
"Wow, ada Sony.." bales William.
"Wil, lo kurusan, ye?" tanya Aji.
"Ji, lo.." ehm, bntar, ga mungkin William jawabnya "Ji, lo kurusan ye?" juga kan?
"Eng..masa, sih? ngga tuh kayaknya..biasa aja." jawab William.
''Engga Wil sumfeh, lo kurusan! Son, lu apain si William?!" tegur Aji.
"Lhah? kenapa jadi beta?" tanya Sony bingung.

JAM ISTIRAHAT

William mengeluarkan kotak makannya dari dalam tas. Baru mau buka tutupnya, tiba-tiba..

"William! tungguin gua! gua mao beli ma'em dulu di kantin! lu tunggu! jangan dimakan dulu!" teriak Sony.
"Iya, ah..bacot lu.."

Tak berapa lama kemudian, Sony, ditambah Aji, dan Adit datang dengan masing-masing membawa satu box nasi goreng..

"Lha? Kita nasi goreng semua?" tanya William.
"Ahh, kita punya ikatan batin, nih kayaknya.." Aji mulai lagi, deh..
"Ngelantur, lo Ji." ujar Adit.

Michael yang baru balik dari kantin ngeliat 1,2,3,4 sekawan itu lagi makan bareng satu meja. Tanpa basa-basi-busuk lagi dia langsung ngambil kotak makannya dan mendatangi mereka..

"Lagi pada makan berjama'ah, ya? ngikut dong!" tanya Michael sambil narik tempat duduknya ke sana.
"Yodah, ngikut aja sini.." jawab William sambil nyendok nasi goreng.
"Pada makan apaan? nasi goreng? yang bener, nih?" tanya Michael sambil meratiin mereka.
"Emang kenape? emang makanan lo apa?" tanya Adit heran.
"Nih, lo pada liat, ye..JENGJENG!! NASI GORENG SPESIAAAALL!" jawab Michael sambil membuka tutup bekal makanannya..
"itu sama aja nasi goreng, benga!" bentak Sony.
"HEh? masa?" tanya Michael heran.
"Jangan sampe gua timpuk pake gembok lu Cak.." bantah Aji.

PULANG SEKOLAH

"eh, udah pulang lo Wil?" tanya Kak Helen yang lagi baca koran di teras pas William pulang.
"Mestinya gue deh yang nanya gitu. Kok udah pulang kak?"
"Hmm, iya dong. tadi gue pura-pura sakit perut."
"Ngeles lo kak. serius ah!"
"William ngambek..hahaha. tadi guru-guru pada rapat, katanya penting banget. jadi dipulangin, deh.."
"Oh..gitu..enak bener lo kak."
"Iya, lah..gue gitu..udah sana ganti baju!"

William menuruti kakaknya. karena laper, dia bergegas memasuki dapur. betapa terkejutnya ia melihat hanya tersisa semangkok nasi goreng tadi pagi dan tak ada lauk lain..

"Kak! ga masak?"
"Ngga, ah..males belanja..makan aja tuh nasi goreng semangkok."

William dengan terpaksa memakan nasi goreng itu..

BEBERAPA HARI KEMUDIAN, HARI MINGGU..

"WILIIIIIAAAAAAAAAAAAAM! MAEN YUK!" terdengar jeritan Sony, Aji dan Adit. William langsung membuka jendela kamarnya yang ada di lantai 2.
"Williamnya lagi pergi! lagi keluar! pulang 2 taon lagi! sana pergi, hus! hus!"
"Ngelawak lo Wil?!" bentak Sony.
"Ngga! kumur-kumur gue!" jawab William jutek.
"Masuk ye Wil?" tanya Adit.
"Masuk aja! emang ini rumah siapa, sih?" tanya William pura-pura gatau. dia lalu bergegas turun ke bawah untuk menyambut teman-temannya itu.
"MISIIII" salam ketiga anak itu.
"Eh ada tamu. masuk dulu, ayo! mau minum apa?" sambut William.

Sony diem. Aji diem. Adit diem. Penulis diem. William bingung. Pembaca gimane..?

"Ga usah pake ngelawak!" bentak ketiga teman-temannya itu.

Mereka akhirnya main PS di kamar William. setelah sekitar 3 jam..

"William, temen-temennya diajak ke bawah dulu.suruh makan." ucap Kak Helen.
"Oh, iya kak. temen-temen, makan yuuk.." ajak William.
"Ayuuukk.."

Mereka turun ke ruang makan..dan yang bikin William kaget setengah mampus setengah mati setengah hidup adalah makanannya..NASI GORENG!

"Kak, ga ada yang laen nih?"tanya William.
"Kalo ga mau ga usah makan deh lo Wil." Kak Helen mulai jutek.
"Udah, Wil. emang kenapa, sih? enak kan nasi gorengnya?" tanya Adit.
"Ya..enak,sih.."
"Yaudah, terus kenapa protes?"

William akhirnya makan juga nasi goreng itu..

ESOK HARINYA, HARI SENIN

"Wiliiaaaam, ayo makaaan.."
"Iya kaak.."

nasi goreng...

"BUSET DAH! Kaaaaakk!! ngga ada yang laen, ya?!"
"Ga mau?! Ayo kita cabut!" Kak Helen nyambar kunci mobil.
"Ntar gua kelaperan! tapi perasaan dari kemaren makannya nasi goreng mulu!"
"Trus mau lo apa?!"
"Apa kek yang penting jangan nasi goreeeeng!"
"Makan aja itu daripada gak makan lo?!"
"Gak mau!"
"Makan! cepetaaan!"
"Ga mau!"
"Harus mau!"
"Ngga!"
"Mau!"
"Ngga!"

"William..? William..? WOI! ALVVVIIIINN!!"

William terbangun. 'hah..mimpi?! syukurlah...' batin William.

"Kenapa lo teriak 'nggak, nggak' gitu Wil?" tanya Kak Helen.
"Ngg, gapapa Kak. gue mimpi buruk aja, kok."
"Oh, gitu..yodah, cepet mandi, sarapan, kita cabut!"

William langsung mandi dan setelah itu menuju meja makan untuk sarapan..tapi 3 detik setelah William duduk terpaksa Helen bolos sekolah untuk mengantarkan William ke rumah sakit unit UGD karena hidangan yang ada di meja adalah NASI GORENG...

_THE END_

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lewat Dunia Maya

Wkwkwk... Aq ngakak lho baca ni cerita. Kerennn... Ini juga copas dari ffnya ICIL, dengan perubahan nama tentu ajaaa... Pinjem ya penulis ^^

*******

Sony terpaku melihat seorang gadis cantik sedang bercanda dengan temannya di kantin, matanya sampai gak bisa kedap-kedip lagi sakiing terpesonanya. Layaknya lagu Afgan Wajahmu
Mengalihkan Duniaku, apa karena gadis itu memakai Pond’s?? Gak ada yang tau. Lanjut!
Gadis itu memang menawan, senyuman manisnya membuat semua orang jatuh cinta
padanya. Hatinya pun juga baik hati seperti tak tega menyakiti semut.


“Sony?” Panggil William. Sony tak menggubrisnya.


“Sony??” Panggil Adit.


“Sony???” Panggil Georgi.


Semua temennya sudah mencoba memanggilnya, apa emang dasar anaknya yang budek apa emang gak mau di ganggu, gak ada yang tau. Adit sudah mulai habis kesabarannya, kemudian ia
membusungkan dada dan…


“SONYYY!!!!!” Teriak Adit yang membahana seisi kantin. Sony hampir jatuh dari kursinya.


“Dit, biasa dong! Gak nyadar apa suara lo kayak komandan perang gitu!!” Keluh Sony.


“Lagian daritadi di panggilin gak denger!! Esmosi guee!!” Seru Adit.


“Ahelah lu ganggu pemandangan gue aja!” kata Sony.


“Emang mandangin apaan?” Tanya Georgi.


“Tuh!” Sony menunjuk kearah pandangannya.


“Hah?? Lo ngeliatin Pak Pargiyo lagi ngepel lantai?” Tanya William.


“Aduuuh, William bloon…bukan Pak Pargiyo! Itu cewek yang disampingnya!” kata Sony.


“Bu Pargiyo?” Tanya William. Mulai lagi bloonnya.


“Astagfirullah! William sayaang, William ganteeeng, bukan Bu Pargiyonya, tapi yang lagi ngobrol sama Bu Pargiyo! Gue cium juga lo!” Seru Sony.


“Apaan siih?? Gue masih normal, Sony!!” Kata William.


“Masih normal? Kalo lo masih normal, pasti lo punya pacar, suka sama cewek aja lo gak pernah!” Keluh Georgi.


“Eh, siapa bilang gue gak normal?? Gue normal, gue punya cewek!!” Kata William. Semua melotot.


“Heh? Siapa?” Tanya Adit. William malah garuk-garuk kepala.


“Ngg..siapa ya? Tunggu deh gue cari dulu ya cewek gue!” William pengen segera mencari “cewek”nya itu, tapi bajunya ditarik sama Sony.


“Ng..nggak usah deh, daripada cewek-cewek pada ketakutan sama lo, mending lo duduk aja yang manis!” kata Sony.


“Jadi lo suka sama dia??” Tanya Georgi. Sony manggut-manggut.


“Oh, my god! Sony…dia kakak kelaass..masa lo pacaran sama yang lebih tua?? Muka lo mau taro dimana?? Di kantong?” keluh Adit.


“Ya ampun Adit sayaaaang, pikiran lo kolot banget siih, cinta itu gak mengenal umur, kalo emang gue suka sama dia, kenapa nggak??” Kata Sony sambil merangkul pundak Adit.


“Sony, lo tau dia pacarnya siapa?” tanya Adit.


“Gak tau, emang siapa?”


“Kak Marco. Marco Grenaldi!” Kata Adit. Sony melotot.


“Dia pacarnya Kak Marco??” Tanya Sony. Adit mengangguk.


“Susah juga…” keluh Sony.


“Bayangin, Kak Marco itu kapten tim basket, keren, ganteng, manis, banyak yang suka, tinggi lagi, lah elu udah pendek, narsis, bantet, idup lagi, jauh banget lu dari Kak Marco!”
Kata Adit.


“Eh, jangan pake bantet yaa!!” kata Sony.


“Iyeiyee…”


“Dia cantik banget yaa…”


Sony sangat menyukai kakak kelasnya itu, gadis yang bernama Elizabeth Stella Sedjati, gadis cantik yang rambutnya selalu dihiasi oleh bando yang sederhana tapi malah membuatnya lebih
cantik. Tapi sayang, gadis yang sering dipanggil Ella itu tidak mengenali Sony,
tapi ia sangat mengenali Sony lewat dunia maya. Maksudnya Sony dan Ella saling
mengenal lewat blog. Padahal Sony memakai nama asli, tapi Sony tak mau memberikan
identitas sebenarnya pada Ella.


“Keren kan Dit? Gara-gara gue ngeliatin dia terus, gue kayak makan wortel 10 iket, mata gue jadi segeer..fresh!” kata Sony.


“Lebay lu akh, gue aja ngeliatin Monica gak sampe segitunya,” kata Adit.


“Oooh, lo suka sama Monica?? Gue bilangin aaah!!” Sony langsung lari.


“Sony!! Gak lucu lo!!” Adit mengejar-ngejar Sony. Tapi tiba-tiba…


“AWWW!!!” Teriak seorang cewek. Sony terbelalak melihat gadis yang baru saja di tabraknya.


“La, lo gak papa?” Tanya Tea temannya. Ella hanya tersenyum.


“Ng…nggak papa kok,” kata Ella.


“Kak, maaf ya gue gak sengaja!” Sony meminta maaf pada Ella.


“Gak papa kok, aku juga salah berhenti di depan jalan,” kata Ella sambil tersenyum.


‘OH MY GOD!!! Senyumannya berkilauan! Bikin gue terbang ke awaan!!’ pikir Sony.


“Woi, udeh terbangnya! Ayo cepetan kekelas!” Ajak Adit. Sony masih senyam-senyum saja melihat Ella.


“Ayooo!!” Dengan sangat terpaksa Adit harus menarik tangan Sony.


***


Sony sering sekali mengunjungi blog milik Ella. Karena Ella sering sekali menulis cerita-cerita yang sangat bagus. Sony sering tersenyum-senyum membaca puisi yang dibuat oleh Ella.
Sony membaca sebuah cerita yang benar-benar membuatnya terkagum-kagum pada Ella
yang berjudul “Puisi Terakhir”. Hampir
saja Sony mau nangis guling-guling saking mengharukannya cerpen tersebut. Sony
pun menulis komentar di blog Ella.


Sonynyny_ganteng

Cerita lo sedih banget, gue salut sama lo!


Tiba-tiba langsung dibalas sama Ella, tak heran kalau Sony seneng banget.


EllaStella

Thanks ya, ternyata ada juga yang mau baca blog aku, kukira tulisan aku lebay banget :p


Sonynyny_ganteng

Justru bagus banget, It’s an amazing story^^


EllaStella

Thank you so much!


Sony senang sekali bisa mengenali Ella meskipun hanya lewat sebuah blog dan berbagai website lainnya, kadang-kadang mereka suka berkomunikasi lewat YM. Tiba-tiba Ella
mengajak Sony chat lewat YM.


“Haeuh, kok gue deg-degan ya?” gumam Sony.


EllaStella: hai^^


Sonynyny: hai Ella!


EllaStella: thx ya udh mau bc cerpen ak,


Sonynyny: sama2


EllaStella: ngmng2 kmu kls brpa?


“Waduh nanya lagi, gue jawab apaan ya?” gumam Sony panik.


Sonynyny: kls XI, km?


EllaStella: wah, ak jga kls XI, stidaknya klo ngbrol bsa nymbung!


Sonynyny: bner juga ya..hhe


Sonynyny: ngmng2 kmu terinspirasi drimna sih, kok crita kmu bsa bgus2?


EllaStella: cma fantasi ak aj kok, ak sneng bgt berkhayal, seandainya ksh cnta ak kyk gtu


EllaStella: tpi rsanya gak mngkin, ak pengen bgt pnya cowo, yg bsa nrima ak apa adanya,


EllaStella: kyk Rendy nerima smua kekurangan Melisa di cerpen Puisi Terakhir yg ak buat


Sony tertegun melihat tulisan yang diketik Ella,


‘Gak mungkin? Maksudnya?’ Batin Sony. Sony semakin penasaran.


Sonynyny: Mxud kmu? Kmu udh pnya cowo?


EllaStella: iy, ak pnya cowo, tapi dya g prnah yg namanya nrima ak apa adanya,


EllaStella: dya pikir, klo pikiranku msh kyk ank2, sering berkhayal pnya ksh cnta kyk di novel-novel


Sonynyny: knpa kmu gak mnta putus dri dia? Msh byk cowo lain yg mau sma kmu, La.


EllaStella: tpi ak msih syang dia,


‘Lo terlalu baik, Kak…’ pikir Sony.


EllaStella: aduuh, ak jdi curhat gini sih, jdi malu :’)


Sonynyny: ehehe, gpp kok, klo emang kmu pnya mslah, cerita aja sm ak, ak siap dngerin,


EllaStella: Thx, ak off dulu ya, gud night^^


Sonynyny: gud night


EllaStella is offline


“Uwaaah, gue seneng banget bisa YM-an sama Kak Ella, makin deket dah gue sama dia!!” kata Sony kegirangan sendiri. Tapi ia sadar Sony dekat sama Ella Cuma lewat dunia maya,
tidak dunia nyata. Ia terlalu malu untuk berhadapan dengan Ella. Sony merasa
bahwa bahwa ia kurang pantas untuk Ella.


“Masa Kak Marco kayak gitu sih? Heran gue, padahal kalo gue perhatiin mereka mesra banget,” gumam Sony.


“Ah, sabodo teuing, yang penting gue semakin kenal Kak Ella, hehee…” Sony pun tertidur dan bermimpi indah tentang Ella.


***


Bel pergantian jam berbunyi, Pak Doni tak masuk karena istrinya lahiran, sehingga jam pelajaran kosong dan hanya diberi tugas. Sony langsung membawa bukunya, William yang sebangku
dengannya hanya menatap Sony dengan heran.


“Sony mau kemana? Ke perpus ya?” Tanya William.


“Bukan mau ke sawah, nyangkul!”


“Emang disini ada sawah? Dimana?”


“Di idung lo tuh!” seru Sony. William hanya manyun.


“Jadi orang jangan bego-bego napah, Wil!” keluh Adit.


“Yang penting gue ganteng!” kata William.


“Whatever!” Seru Adit. Sony segera pergi ke perpus untuk mengejarkan tugasnya sendirian. Soalnya kalo bareng mereka gak bakalan selesei-selesei, Sony kan ranking satu di
kelasnya. Anak rajin…


Di perpustakaan…


Sony mencari-cari buku yang dapat ia jadikan referensi untuk mengerjakan tugasnya, ia terus mencarinya, dan tiba-tiba…


“ADUUH!” Rintih seseorang yang berada di sampingnya.


“Kak, maaf yaa, gue gak sengaja…lagi,” kata Sony nyengir.


“Kayaknya kita suka tubrukan terus ya, hehee…gak papa kok,” kata Ella.


‘Ooh, malaikat cinta sedang berpihak padaku,’ pikir Sony. Begitu bukunya ketemu Sony langsung duduk di bangku yang kosong, ternyata Ella dan Sony duduknya hanya berjarak satu bangku
kosong. Ella memandang Sony dengan penuh penasaran. Sony pun jadi salting.


‘Noo!! Jangan liat gue kayak gitu! Gue jadi keGE-ERan nih!!’ Batin Sony.


Tiba-tiba Ella jadi duduk di sebelahnya dan tersenyum, Sony membalas senyumannya.


“Kamu kelas X berapa?” Tanya Ella.


“Gu..gue kelas X-1, Kak.” Kata Sony gelagapan.


“Aku Ella, kelas XI IPA 2,” Ella mengulurkan tangannya.


“Gu..gue Sony,” Sony membalas uluran tangannya.


“Kok, tangan kamu keringetan?” Tanya Ella heran.


“Eng..eng..kayaknya kelenjar keringat gue udah bocor, Kak…hehee…” Sony ngeles. Ella hanya tertawa.


DEG!


Jantung Sony berdegup kencang begitu melihat tawa manis Ella, Ella memang merupakan the most wanted girl di SMA nya, banyak sekali yang menyukai Ella, tapi hanya Marco yang bisa
mencuri hatinya, dan akhirnya mereka jadian. Semua laki-laki merasa patah hati,
sampai-sampai ada yang bunuh diri, ahh yang terakhir kayaknya berlebihan. Tapi cuma
Sony yang tidak pantang menyerah.


Sony melihat Ella membuka laptopnya, dan membuka website blog miliknya. Di perpustakaan memang di pasang Wi Fi jadi seluruh murid bisa sesukanya membuka internet dengan laptop
milik mereka masing-masing.


“Buka apaan, Kak?” Tanya Sony penasaran.


“Aku lagi buka blog,” kata Ella.


“Suka nulis di blog ya?” Ella mengangguk.


“Jujur, aku suka nulis cerpen di blog, tapi Marco gak pernah tau, soalnya aku selalu dikritik hehee…” kata Ella.


“Ooh, kenapa di kritik? Bukannya bagus ya?” Tanya Sony.


“Aku juga gak tau, tapi dia gak suka aja, katanya terlalu gimana gitu, terlalu lebay,” ujar Ella sambil menghela napas.


“Kalo misalnya gue jadi Kak Marco, gue seneng kok punya cewek pinter bikin cerpen,” kata Sony ceplos. Ella menatap Sony.


“Eng…gue salah ya?” Tanya Sony.


“Haha…pasti yang bakal jadi pacar kamu, seneng banget deh,” ujar Ella. Otomatis muka Sony memerah.


“Ella!!!” Panggil seseorang dari depan pintu Perpustakaan. Ella menoleh dan tersenyum.


“Sony, aku pergi dulu ya, Marco manggil aku, kapan-kapan kita ngobrol lagi !” kata Ella sambil menutup laptopnya dan pergi meninggalkan Sony.



***


Georgi mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Sony, tapi Sony tetap gak menggubrisnya, dia tetep senyam-senyum sendiri, impiannya terwujud, bisa
mengobrol sama Ella. Georgi saling pandang sama William dan Adit.


“Nih anak kesambet?” Tanya Adit.


“Tau deh, pasti terjadi sesuatu…” kata William.


“Kita kerjain yuk!” kata Georgi. Mereka nyengir. William malah gak ngerti.


“ADAAA GEMPAAAA!!!” Teriak Georgi dan Adit. Sony langsung kaget dan langsung ngumpet di kolong meja.


“Gor, Dit, kok gak ngumpet sih!!” kata Sony. Georgi sama Adit ketawa ngakak.


“Bego di boongin mau ajaa!!” Tawa Georgi meledak.


“Kampret lo semua!!” kata Sony sambil menoyor kepala mereka semua.


“Eit, tunggu! Kayaknya ada yang kurang, deh.” Kata Adit.


“Siapa?” Tanya Georgi.


“Lah? William manaa??” Tanya Sony. Mereka celingak-celinguk cari William, dan ternyata dia malah ngumpet di kolong meja guru.


“Wil, ngapain lo disitu?” Tanya Sony heran.


“Adaaa gempaa Sony!!! Ngumpet sanaaa!!” kata William.


Sony nepok jidatnya, William semakin lama semakin sarap.


“Pliiis deh, gak ada gempaa!!” keluh Sony.


“Tapi tadi kata Adit sama Georgi ada gempaa!!” ujar William.


“Lu-nya aja yang bego! Diboongin tau!” kata Sony. William manyun.


“Makanya jadi orang jangan bego-bego banget, Wil, udah ah yuk kekantin!” ajak Georgi.



***


William, Sony, Adit dan Georgi berjalan menuju kantin, untuk sampai kekantin mereka harus melewati pekarangan sekolah. Pandangan Sony tertuju pada seorang gadis yang menangis di bangku
taman.


“Kak Ella?” Gumam Sony.


“Kenapa Sony?” Tanya Adit.


“Gue ke taman dulu ya! Pesenin gue ketoprak, pake cabe rawit 5!” kata Sony.


“Sippo!”


Sony menghampiri Ella yang sedang menangis sendirian di taman. Sony duduk di samping Ella.


“Kak Ella? Lo kenapa?” Tanya Sony. Ella menghapus air matanya dan menghela napas.


“Marco marah sama aku,” kata Ella sesenggukan.


“Kenapa Kak Marco bisa marah?”


“Dia tau aku masih nulis cerpen, dia gak mau aku terus berkutat dengan cerpen-cerpen aku,” kata Ella. Sony mengeluarkan saputangannya dan memberikannya pada Ella.


“Nih, Kak. Pake…” Ella mengambil saputangan Sony dan menghapus air matanya.


“Harusnya Kak Marco bisa ngerti, itu hobi Kakak, kesenangan Kakak, mending Kakak putus aja sama Kak Marco!” ujar Sony kebawa emosi yang tak terima dengan perlakuan Marco yang mengekang
Ella.


“Gak bisa, Sony…aku udah sayang banget sama dia,” ujar Ella.


“Tapi daripada Kakak gak bebas?” keluh Sony.


“Lebih baik kayak gini, aku gak mau kehilangan Marco,” kata Ella.


“Kak, lo terlalu baik buat Kak Marco, Kak Marco bukan yang terbaik buat Kakak, tapi pasti ada yang cowok yang lebih baik lagi selain Kak Marco,” Sony pergi meninggalkan Ella begitu
saja. Sony sangat kesal melihat sikap Ella yang terlalu plinplan.


Di kantin, Sony langsung duduk di samping Georgi.


“Gimana Sony?” Tanya Georgi.


“Kak Ella terlalu baik, padahal Kak Marco udah ngekang dia, tapi tetep aja Kak Ella gak mau putus sama Kak Marco!” keluh Sony.


“Namanya orang lagi jatuh cinta ya kayak gitu!” jawab Adit enteng.


“Nih, Sony…ketoprak spesial cabe rawit 5!” seru William.


“Ah, gak seru cuma 5!” kata Sony, Sony langsung mendatangi abang-abang yang jual ketoprak.


“Bang nambah dong cabenya jadi 7!!”



***


Sudah beberapa hari ini, Sony tidak berkomunikasi dengan Ella, di sekolah tidak menyapa, lewat dunia maya pun, Sony tidak pernah memberikan komentar lagi di blog Ella. Sony sudah
menyerah suka sama Ella. Tapi dalam hatinya, Sony sangat rindu dengan tawa Ella
ataupun chatting bareng Ella.


Hujan deras membasahi seluruh kota Jakarta, terutama di SMA Putra Bangsa. Ada sebagian yang sudah pulang, ada yang belum pulang, lagi-lagi Sony melihat Ella menangis di kelasnya
sendiri, Sony bingung apakah ia harus menghampirinya atau mengacuhkannya. Tapi
ternyata ia lebih memilih menghampirinya.


“Kak, kenapa lagi?” Tanya Sony.


“Aku udah putus sama Marco,” jawab Ella. Mata Sony melotot.


“Beneran? Siapa yang mutusin?” Tanya Sony yang kemudian duduk di samping Ella.


“Aku yang mutusin, bener kata kamu, aku terlalu dikekang, Marco emang bukan yang terbaik buat aku,” kata Ella. Sony mulai merasa kasian pada Ella, Ella selalu menagis jika bicara tentang Marco. Sony hanya menghela napas.


“Saatnya lo cari cowok yang nerima lo apa adanya, kayak Rendy nerima segala kekurangan Melisa di cerpen “PUISI TERAKHIR” bikinan lo,” ujar Sony. Ella langsung menatap Sony dengan
heran.


“Kamu tau?” Tanya Ella. Sony mengangguk.


“Selama ini gue yang selalu nulis komentar dan YM-an sama lo, gue Sonynyny.” Kata Sony jujur. Ella tak percaya.


“Jadi Sonynyny itu kamu?” (ceritanya Ella gak tau nama panjang Sony, dia cuma tau Sony doang)


“Iya, gue sering banget ngunjungin blog lo, soalnya…gue suka sama lo, gue pengen deket sama lo, meskipun cuma lewat dunia maya, soalnya gue yakin gue gak bakal bisa deket sama
lo di dunia nyata kayak gini,” kata Sony. Ella menunduk.


“Gue tau, lo masih sayang sama Kak Marco, udah gitu umur gue lebih muda dari lo, lo gak bakal nerima gue, lo terlalu perfect buat gue,” kata Sony. Kemudian Sony berdiri.


“Udah ya, Kak. Gue pulang dulu,” Sony meninggalkan Ella sendirian di kelasnya.


***


Sudah lama ia tak membuka blog dan beberapa website lainnya, dan dia juga sudah lama tidak mengunjungi blog Ella, tangannya gatal untuk membuka blog gadis itu, kemudian
Sony membuka blog tersebut dan mendapati sebuah cerita baru.


“LEWAT SEBUAH DUNIA MAYA”


Mata Sony melotot begitu membaca cerpen baru Ella, ceritanya persis dengan apa yang mereka alamin tempo hari, mulai dari Sony yang selalu menuliskan komentar di blog Ella,
chatting bareng, sampai saat Sony mengutarakan cintanya pada Ella tapi
dalam sudut pandang Ella.


Pandangan Sony tertuju pada paragraph terakhir.


“Maafin aku ya, karena selama ini bikin kamu terus menunggu, aku emang orang yang kurang peka, dan kurasa aku telah menemukan sesosok laki-laki yang benar-benar aku cari seperti tokoh dalam
cerpen aku, dia adalah seseorang yang selalu memperhatikanku di sekolah, dan di
dunia maya.”


“Sumpah! Gue baca ini, tambah GR gue!!” kata Sony. Kemudian handphonenya berbunyi.


“Halo?”


“Sony?”


“Kak Ella? Tau nomor gue darimana?”


“Aku tanya sama temen kamu, aku ada di taman deket rumah kamu, aku mau ngomong!”


“Oke, gue kesana!”


Sony langsung kabur menuju taman, dan mencari-cari sosok Ella. Ella sedang menunggunya di bangku taman.


“Kak, cerpen yang baru itu, buat gue ya?” Tanya Sony. Ella menunduk malu dan kemudian mengangguk.


“Aku baru sadar kalo kamu itu Sonynyny yang selalu komen di blog aku, makasih ya udah merhatiin aku dan udah dengerin curhat aku,” kata Ella tersenyum.


“No problem, teruuus cowok yang lo cari yang sama kayak tokoh di cerpen lo itu siapa yaa? Gue?” Tanya Sony yang bener-bener berharap kalo itu adalah dirinya.


“Ah, nggak!” Sanggah Ella.


“Aaah, gue udah keGRan!” keluh Sony.


“Gak salah lagi!!” Kata Ella sambil tertawa.


“Beneran?” Ella mengangguk.


“Thanks ya, Kak!!” kata Sony kesenengan sampe meluk Ella.


“Aduuh, aku gak bisa napas!!” keluh Ella.


“Hehee..sori,”


“Jangan absen lagi ya nulis komen di blog aku!”


“Gak bakal! Setiap 5 menit gue komenin!”


Akhirnya dengan berawal dari sebuah website dunia maya, Sony bisa jadian sama Ella, congratulations!! (??)


***


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS