Sepenggal Kisah Pahit dan Manis di SMA

Copas... Pinjem ya penulis... ^^

*****

Seorang cowo tengah duduk di atas kasurnya. Rio. Remaja cerdas berusia 16 thn yg lahir dari orang tua yg super sibuk, sehingga hanya pada temannya dia dpt mengekspresikan diri.
Kini, dia sedang merenungkan masa lalunya...

Rio P.O.V

Kenangan yg terlupakan, memberi pelajaran yg begitu berarti.Teman-teman yg selalu menemani. Alvin, Cakka, Gabriel. Diantara kekonyolan mereka, diantara kenakalannya, serta kelakuan kami yg buruk....

Tok..Tok..Tok...
"Permisi den, ada telpon dari non Shilla"kata Bi Ijah, membuyarkan lamunanku.
'Shilla ? ngapain ?' tanyaku dalam hati.

Rio : Hallo
Shilla : Hallo, Rio ! Apa kabar, yo ? udah lama ga ketemu ! kangen banget deh...
Rio : Emmmhh... kayanya salah sambung deh !
Shilla : Jangan rese deh, yo ! lo tuh ga pinter boong
Rio : Ada apa ?
Shilla : Eh, yo, lo sering ketemu temen SMA kita ?
Rio : Minggu kemaren gue ketemu sama Debo di mal.
Shilla : Ooh, gue juga 3 hari yg lalu ketemu sama Ify.
Rio : Eh, tunggu, siapa lo bilang ?
Shilla : Ify, yg manis itu looh ! dia kirim salam buat lo.
Rio : Ify ga tau kali ya, kalau kita udah putus lama. emm, Shill, udah dulu ya, bye.

Aneh, mengingat Ify membuatku teringat kembali ke masa 3 tahun yg lalu...

_Flashback_

"Serang !" aku mengomando anak-anak SMAku. Ya, tawuran, itulah yg dilakukanku dan teman-temanku.
Tawuran antara sekolahku dan sekolah sebelah memang sudah sering terjadi, tapi kali ini, aku menjadi korbannya...

"Rio..Rio... kamu sudah bangun sayang ?" ujar seorang perempuan.
"Ini dimana ?"tanyaku, aku berusaha bangun, tapi kepalaku terasa berat.
"Jangan bangun dulu" larang mamaku sambil menahan badanku.
"Kamu di rumah sakit, sayang. hiks" ucap mama, sambil menangis.
"Ma..." aku benci jika harus melihat orang yg kusayangi menangis.

Tahun Pertama.......Beberapa minggu kemudian, aku pindah sekolah atas saran papaku...(di skip ya)
Saat itu pertama kali aku bertemu dia.

"Cepetan ! ntar telat !" kata cewe itu pada temannya.

Tiba-tiba bel masuk berbunyi...

"Sudah masuk ya ?"tanyaku pada diri sendiri
KREEK ! terdengar suara benda terinjak.
"Eh, apaan ini ?" aku mengambil benda yg baru saja ku injak.
'Bros bunga. Pasti punya cewe manis tadi' batinku

Hari pertamaku di sekolah baruku. Tidak begitu menyenangkan menjadi anak baru.
Saat istirahat, aku memilih berkeliling sekolah.

"Eh, cewe itu kayanya pernah liat deh" aku melihat seorang gadis manis sedang mengobrol bersama temannya. aku pun menghampirinya.
"Emm.. permisi, apa ada yg merasa kehilangan bros kaya gini ?" tanyaku sambil mengeluarkan bros yg tadi pagi kuinjak.
"Itu punya saya" jawab cewe manis yg bernama Ify itu.
"Patah..." katanya lagi, terlihat raut kekecewaan di wajahnya.
"Hehe, iya, ga sengaja di injak" kataku sambil nyengir.
"Permisi... terimakasih" kata Ify lalu pergi.
"Hei ! maaf kalo patah, jangan marah dong" kataku sambil berteriak.
"Heh, kamu ga tau, bros itu pemberian ibunya yg baru meninggal 2 bulan yg lalu" maki seorang cewe yg ternyata adalah Sivia, sahabat Ify.
"Fy, Ify ! Tunggu, mau kemana ?" Sivia mengejar Ify.

'Pantas saja !' batinku, sekarang aku merasa bersalah.

Keesokan harinya, banyak surat berdatangan, kebanyakan, amplop merah jambu dengan wangi parfum. Surat cinta. Memang, Rio menjadi cowo yg byk disukai cewe di sekolahnya, karena wajahnya yg tampan dan manis.
Rio akhirnya memilih ke kantin bersama sahabatnya.

Di kantin....
"Yo, malem minggu ntar, kita ngumpul yu, mau gak ?"ajak Cakka.
"Gue ikut ! udah lama ngga nih !" aku menyetujui ajakan Cakka.

Malam minggu... (di skip lagi)
"Bi, ngga usah nunggu Rio pulang, kunci aja pintunya, kalo bibi takut, tidur aja di kamar Pak Udin ya !" ucapku pada Bi Ijah.
"Iya den," jawab Bi Ijah.

Akhirnya malam itu, Rio, Cakka, Alvin, dan Iel bersenang-senang.

Tahun ke2... (lagi lagi di skip)
Aku memasuki sekolah dengan gontai. aku melamun sepanjang jalan.

"Permisi ! Jangan menghalangi jalan dong"terdengar suara seorang cewe membuyarkan lamunanku.
"Eh, maaf, emmm...Kamu Ify kan ?" tanyaku pada Ify.
"Seratus ! Masih ingat dengan saya,Yo ? ya udah, saya permisi dulu."pamit Ify sambil tersenyum.
'Entah kenapa, melihatnya tersenyum membuat hati menjadi lega, ya ?' pikir Rio.

Dan sejak saat itu, aku mulai berpikir jernih.. Aku mulai merubah sifatku menjadi lebih baik.

"yo, gue beli cincin buat geng kita" kata Alvin.
"Cincin apaan ?" tanyaku.
"Cincin persahabatan, gue pake, lo pake, Cakka pake, Iel pake, jadi kita gaakan pernah terpisahkan."kata Alvin. aku pun memakai cincin itu.
"Thanks bro, gue yakin kita ga akan terpisahkan." ucapku.
"Oh iya, pelajaran Pak Duta nanti, kita bolos yu" ajak Iel.
"Ayo, gue juga lagi males belajar nih" kata Alvin dan Cakka.
"Gue ngikut aja deh"ucapku.

Pelajaran Pak Duta...
"Aman ! Satpamnya lagi di panggil sama kepsek" kata Iel.

Satu-satunya jalan keluar adalah dengan memanjat tembok belakang sekolah.
"Lo yakin kita manjat?"tanyaku pada Iel untuk memastikan. Iel mengangguk pasti.
"Hey kalian ngapain di situ !" teriak pak satpam yg melihat kami.
"LARIII !!"aku dan teman-temanku berlari menghindari kejaran pak satpam.

Kejadiannya cepat sekali, aku menabrak Ify, dan kacamata yg hari ini di pakenya jatuh (biasanya pake softlense). dan tanpa sengaja aku menginjak kacamatanya.
"Ah"kata Ify, ia terjatuh, aku ga bisa berbuat apapun, karena aku sedang di kejar pak satpam.

'Ya tuhan, apa yang baru saja kulakukan' aku menyesali perbuatanku.

Di sekolah keesokan harinya...
"Rio, ikut gue yu, gue pengen ngobrol."ajak Agni.
"Gue mau curhat, gue tau lo pernah liat gue dimarahin nyokap gue waktu gue main basket, mama ngelarang gue main basket, katanya, anak cewe ga boleh main basket, katanya daripada basket, mending gue les balet, tapi gue ga mau. gue tau mama salah, cewe itu ga harus bisa nari iya kan ? gue ga mau masalah gue sama nyokap diketahui orang lain. Karena itu gue percaya lo yo. Rio.. please jangan kasih tau siapa pun ya."jelas Agni sambil memohon.
"siip, tenang, gue bisa jaga rahasia lo" kataku lalu tersenyum.

Tahun ke3.....

Hari Minggu, aku pergi untuk lari pagi ke taman.
Di taman,

"Koran Koran !!"terdengar suara penjual koran.
"Hei, koran sini !"seorang bapak di sebelahku membeli koran..

Aku sempat melihat isi koran itu sekilas. Aku kaget..

Di koran itu tertulis "2 orang kakak beradik, putra seorang pejabat over dosis obat tidur, diduga ke 2 rdmaja tersebut frustasi akibat perceraian orang tua mereka. Inisial ke2 remaja tersebut GST, dan CKN.

'jangan-jangan Cakka dan Iel ! tidak mungkin ! baru saja 1 minggu aku tidak bersama mereka, dan sekarang ini yg terjadi ?'sesalku dalam hati. aku memutuskan pulang dulu ke rumah untuk ganti baju.

Di rumah...
"Den, barusan bibi dapat kabar kalau sahabatnya den Rio, mas Alvin, meninggal, kecelakaan motor saat sedang balapan" aku kaget. sudah sering aku mengingatkan Alvin untuk jangan balapan lagi, tapi ia masih saja tidak menurut, dan sekarang akibanya ? dia meninggal karena kecelakaan. Aku tak percaya ke3 sahabatku harus di jemput maut secepat itu.

2 hari kemudian, kami berkumpul lagi, bukan di sekolah melainkan di pemakaman.

"Eh, kamu Rio kan ?" sapa seorang pria yg tak lain adalah ayah Cakka dan Iel.
"Saya ingin memberikan ini, di saat terakhirnya, Cakka dan Iel minta agar cincin ini diberikan kepada nak Rio, terimalah" kata pria itu sambil menyodorkan 2 buah cincin.

'Bagus Cak, yel, vin, sekarang lo cuma ngasih cincin buat salam perpisahan ? dasar ga tau malu ! gue ga tau harus marah atau sedih, perasaan gue campur aduk. seharusnya kita ga terpisahkan !'kataku dalam hati.

1 minggu kemudian di lapangan basket...
"Rio, gue tau lo sedih kehilangan sahabat, gue cuma mau bilang jangan putus asa. Masih byk temen diluar sana, salah 1nya mungkin bisa jadi sahabat yg bener-bener membawa kamu jadi orang yg lebih baik, hanya, kita harus jadi pemilih, sahabat yg baik selalu mendorong lo untuk berbuat baik dan mencegah keburukan buat lo, bukannya menjerumuskan"kata Ify.
"Thanks"ucapku, lalu Ify pergi meninggalkanku.

2 minggu lagi ujian akhir di gelar, aku benar-benar serius belajar, semua buku habis kubaca (lebay).

akhirnya ujian selesai(di skip)

Aku menghampiri Ify.
"Hai, fy, gimana kabar Agni sama ibunya ? Agni juga cerita sama gue"aku memulai pembicaraan.
"Kamu mau nyebarin berita itu ya ?" tanya Ify sewot.
"Engga kok. oh iya, kalo lo masih marah soal bros yg waktu itu, biar gue ganti !"aku mengalihkan pembicaraan.
"kamu emang nyebelin !"kata Ify.
"Oh iya, masalah Agni, akhirnya dia dibolehin main basket sama ibunya"kata Ify sambil senyum.
"yes akhirnya. Oh iya fy, gue mau minta tolong" kataku sambil mengeluarkan cincin persahabatan kami.
"Gue itung sampe 3, lo lempar cincin ini ya" lanjutku.
"1...2...3" Ify langsung melemparnya.

Asal tahu saja, bukan bermaksud ngubur masa lalu. Kenangan itu cukup diukir dalam hati, dan dijadikan cerminan masa depan.
Akhirnya aku menemukan sahabat yg lebih baik, ya Ify dan Agni adalah sahabat baruku...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar