Coklat Stroberi III

PART III
Ini part terakhirnya... 

*****

Hari ini, sekolah tak begitu ramai seperti biasanya,,, sebagian besar siswa, terlihat letih dan banyak pula yang sakit,,,


Via masih coba untuk menarik kembali hati Alvin, mencoba, dan terus mencoba,,,


Hingga akhirnya, waktu pulang sekolah pun tiba, ini kesemapatan via untuk berbicara dengan Alvin,,,


“vin,,,”


Alvin yang spontan, langsung membalikan badannya ke arah belakang,,,


“awas,”


“byuur,,,”


“uhh, kotor deh,,,”keluh via saat mengetahui bajunya mendapatkan cipratan air,


Merasa via tidak kenapa-kenapa, Alvin terus melangkahkan kakinya,,,


“vinnnnnnnnnn,”panggil via kembali,


Mencoba meraih tangannya, menariknya hingga Alvin berubah posisinya,,,


“elo ngapain sih ninggalin gw??”


“elo ngapain juga terus ngikutin gw?? Ga ada capenya elo?? Gw kan udah bilang, kalo gw nggak cinta ama elo,,,”


Terobeklah hati via kala itu, perkataan itu kembali di ucapkan Alvin,,,

Sivia tidak tahu, kalau itu adalah kejujuran hati Alvin atau bukan, yang jelas, sivia menyangka kalau itu benar, Alvin nggak cinta padanya,,,


“Cuma gara-gara itu elo jauhin gw, gw nggak peduli elo cinta ama gw ato nggak,,,”


“bohong, gw tau elo lagi berharap dapetin hati gw kan??”


“elo jangan keGRan dong, sapa juga yang pengen cinta dari elo,,, gw nggak butuh,”


“ya udah, ngapain lagi elo ngikutin gw??”


“gw cuma,,,”


“ahhh, bulsyiit,,,”ucap Alvin sambil berlalu pergi,


“gw cuma mau bilang kalo gw cinta ama elo,,,”


Perkataan itu terasa telak di hati Alvin, tapi, baginya, itu hanya angin lalu,,,


Via terduduk lemas di topang senderan tembok rapuh, air matanya terurai,,, hatinya merasa bersalah, karena ia telah mengingkari janjinya, untuk tidak mengatakan bahwa
dirinya tidak mencintai Alvin,,,


Tapi, mau di katakan apalagi?? Semua telah terlanjur, bibirnya mengucapkan kalimat yang seharusnya di sembunyikan,,,


***


Waktu telah menunjukan pukul 16.30,,, shilla segera menyalakan televisi untuk menonton drama korea favoritnya,,,


“drrrt, drrrt,,,”bergetarlah ponsel shilla, menandakan sms masuk,,,


From : 087724448***


Tak kan pernah ada sakit hati, walaupun kau tahu ku terluka,,,

Mantan terindahku,,,


Shilla tak paham apa maksudnya, tertulis mantan terindah, apakah itu Alvin??


Hatinya bertanya-tanya, sekaligus berharap,,,


“sakit hati?? Terluka??”batin shilla bertanya,
Dengan kebingungan, shilla mencoba mencari tahu siapa yang mengirim message tsb,,,


“apa mungkin Alvin??”batinnya bertanya-tanya,


Shilla pun langsung mengarahkan jempolnya untuk menghubungi si pengirim,,,


Tetapi, tak satu pun panggilan shilla yang di jawabnya,,, shilla semakin bingung,


***


Suara riuh para siswa kembali terdengar saat lonceng istirahat di perdengarkan,,,


Via dan agni berjalan menuju kantin, tetapi shilla, malah berjalan menuju bangku Alvin,,,


“vin,”


“apa??”


“elo yang ngirim message itu??”


“message apa??”


“yang kemaren,”


“elo ngomong yang jelas dong,,,”bentak Alvin sembari pergi keluar,,,


“uhh, masa gw harus bilang isi message itu sih,,, kan ada rio,”batin shilla,,,


“emangnya ada apa shill??”Tanya rio ikut-ikutan,


“eh yo, nggak kok nggak ada apa-apa,,, ke kantin yuuk,”ajak shilla sembari mengalihkan pembicaraan,


***


Terlihat 3 orang remaja laki-laki sedang bermain basket di lapangan,,,


Dengan semangatnya,Alvin men-drible bola kesana-kemari, cakka menangkapnya, dan,,, yaaa, masuk,,,


Begitulah kegiatan yang baru saja di lakukan oleh para remaja tsb,,,


“minum yo,”tawar Alvin,


“nggak, gw bawa kok,,,”balas rio,


“vin, gw boleh nanya nggak??”Tanya rio


“uppss, gile, sakit banget perut gw,,,”ucap cakka, yang tiba-tiba meringis kesakitan,


“napa elo??”Tanya rio,


“kebelet,,, gw cabut ya,”


“ya udah gih sana,,,”


“oke,,,”


“vin,”


“heuh, apa lagi yo??”


“gw boleh nanya nggak??”


“kan tadi elo udah bilang, napa harus bilang lagi??”ujar Alvin,


“ya kan elo belum bilang ‘boleh’,,,”


“ya udah, boleh,,, apa pertanyaan elo??”


“ada apa sih hubungan elo ama shilla??”


“elo nggak perlu tau,”ucap Alvin enteng,


“bukannya gw ganggu urusan elo ama shilla, tapi gw kasian ama shilla,,, dia tadi curhat ama gw tentang,,,”ucap rio yang langsung di potong oleh Alvin,


“elo suka ama shilla??”


“kok elo nanya gitu??”


“iya apa nggak??”alvin terlihat sedikit membentak,


“sebenernya sih,,, iyaaa, di mata gw tuh dia perfect banget,,,”


“perfect darimana?? Dia tuh buaya tau nggak elo??”


“buaya??elo bisa tau shilla buaya darimana??”sontak rio kaget,


“eu,,, lupain aja,”ucap Alvin bingung mencari-cari alasan,


“elo mantannya??”Tanya rio seketika,


“uhuk, uhuk,,,”Alvin yang lagi minum, tiba-tiba keselek,


Rio menatap Alvin heran,,,


“kenapa elo??”Tanya rio,


“eu,,, elo tau darimana??”


“nebak aja,,,jadi bener??”


“hmm, iyaa,,,”


“eu,,, terus, soal message itu??”


“iya, itu juga gw,,,”


“kenapa elo nggak ngaku??”


“gw nggak sengaja, waktu itu gw lagi frustasi banget,,,”


“frustasi kenapa??”


“gara-gara via,,,”


“elo suka via??”


Alvin menganggukan kepalanya,


“waktu di pantai, via bilang, dia nggak cinta ama gw,,, tapi, kemaren, dia bilang cinta ama gw,,, elo tau kan??
Kalo sebuah ucapan yang udah seseorang bilang ke gw, gw nggak bakalan
ngehapusnya,,,”ucap alvin,


“terus, apa hubungannya ama message itu??”


“hati gw sejenak berfikir,,, apa gw balikan lagi ama shilla?? Gw emang bodoh waktu itu, tapiii, emang cuma itu yang terlintas di benak gw,,,”


“elo lebih baik ngaku ama shilla,,,”


“hmm,,, dia pasti sakit banget kalo gw bilang ‘nggak sengaja’,,,”


“daripada dia penasaran??”


“hmm,,, ya udah deh,,, mungkin besok,”


“gitu dong, itu baru sobat gw,,, cabut yuuk, entar satpam kira, kita hombreng lagi,,,”canda rio,


“najong dah gw hombreng ama elo,,,"


Lapangan basket yang tadinya riuh oleh obrolan 2 orang remaja laki-laki, kini hening, tak ada satu pun suara yang terdengar,,,


***


Meja paling belakang itu tak seperti biasanya,,, biasanya, kedua orang siswa yang duduk di situ saling akrab, akrab banget,,, tapi, entah mengapa,,, hari ini mereka saling
bermusuhan, memalingkan mukanya masing-masing, bahkan jarak kedua kursi mereka
semakin di perjauh,,,


“elo kenapa?? Marahan?? Kaya orang pacaran aja pake marahan segala,,,”deva nyelonong nanya ke ray,,,


“tauu,”ucap ray sambil menaikan kedua pundaknya,


“gara-gara cewek??”Tanya deva lagi,


Ray menganggukan kepalanya sambil cemberut,,,


“aneh, elo kok bisa kalah ama ozy sih?? Elo kan jagonya cewek,,,”


“gw bukan kalah,,, dongo !!, oik belum menentukan,,,”


“jadi oik toh sasarannya,,,”


Tiba-tiba, sebuah amukan keras menghantam mereka berdua,,,


“deva, ray,,, ibu perhatiin, kalian ngobrol terus dari tadi,,, cepat kalian ke sini,,,”bentak guru,


Dengan wajah lemas, ray dan deva berjalan menuju tempat guru berdiri,,,


“gkgkgkgk,,, makanya jangan ngobrol, dasar dongo,,, gkgkgkgk,,,”ozy mentertawakan ray,,,


Lonceng pulang telah berbunyi, semua siswa bergerombol keluar sekolah,,, tetapi ray dan ozy sudah nangkring di depan kelas oik,,,


“ik, jadi siapa??”Tanya ray tiba-tiba,


“siapa apanya??”


“siapa yang elo pilih,,,”


“ohh, tentang ituuu,,,”


“iyaaa, jadi siapa??”Tanya ozy penasaran,


“eu,,, hmm,,, a,,, aku nggak milih siapa-siapa,,,”


“ya-aahhhh,,,”keluh ozy dan ray berbarengan


“aku pulang duluan yah,,,”ucap oik,”


Ray dan ozy tak menghiraukannya,


“sebenernya, aku pilih kamu, ray,,, tapiii, kasian ozy,,, aku belum punya cara supaya ozy nggak sakit hati,,,”batin oik sambil berlalu pergi,,,


Dengan terpaksa, ozy dan ray,,, pulang dengan menelan pil kekecewaan,,,

Hari yang cerah untuk semuanya, para siswa pun terlihat ceria. Begitu juga dengan shilla, walaupun kemarin dia banyak masalah, tetapi entah mengapa hari ini, shilla
sudah melupakan sejenak masalahnya itu,,,


“hai ag, hai via,,,”sapa shilla dengan cerianya,


Kedua sahabatnya hanya melongo kaget, mengapa shilla berubah drastis,,,


“elo kenapa shill??”Tanya agni heran,


“kenapa apanya??”


“kok girang banget?? Emang masalah elo udah selese??”


“eu,,, belum sihhh, tapi itu cuma angin lalu aja buat gw, gw aja yang kemaren terlalu penasaran,,,”


“ohh, syukurlah,,,”ucap agni dan via sembil mengelus dada,


“kenapa??”


“ya kan kalo elo masih kaya kemaren,,, uhhh, apa jadinya kita??”


“ohh, maaf ya soal kemaren,,,aku marah-marahin kalian, karena emosi aku yang nggak stabil,”


“iya nggak apa-apa kok,,,”


“makasih ya,,,”ucap shilla sembari duduk,


***


Terlihat Alvin sedang duduk menunggu di taman sekolah, menunggu, dan terus menunggu, hingga akhirnya sesorang yang di tunggu datang juga,,,


“hai, maaf lama,,,”


“hai juga, nggak apa-apa kok, ayo duduk,,,”ucap Alvin sembari menoleh ke arah sampingnya,


“mau ngomong apa??”tanya shilla, yang ternyata adalah seseorang yang di tunggu Alvin,


“tentang kemaren,”


“eu,,, sebenernya sih aku udah lupain itu, tapi kalo kamu mau jelasin, jelasin aja,,,”


“itu emang message kiriman gw, tapi gw kirim itu karena nggak sengaja,,, maaf ya,,,”ucap Alvin,


“iya nggak apa-apa,,, kalo gw boleh tau, nggak sengaja karena apa??”


“gw nggak bisa jelasin,,,”


“ya udah, kalo gitu gw ke kantin ya,,, mau ikut??”


“boleh,,,”


Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kantin, dan di kantin, rio, cakka, agni, dan via sudah setia menunggunya,,,


***


Bagai di terjang angin yang mahadahsyat, pulang sekolah, oik langsung buru-buru pergi menuju sebuah rumah temannya,,,


“ting tong, mpel dem dem dem,,,”suara bel yang aneh,,,


Pemilik rumah pun langsung membukakan pintunya,,,


“eh, oiiiiikkk,,, apa kabar??”Tanya pemilik rumah sembari langsung memeluk oik,,,


“baik ke, kamu apa kabar??”


“baik,,, masuk yuuk,”


Beberapa menit kemudian,


“ini minumnya,,,”ucap keke,


“makasih ke,,,”


“oia, kamu kemana aja ik,,, udah 3 taun ya kita nggak ketemu,,,”


“aku ada aja kok, hehe,,, eu, ke,,, aku boleh minta bantuan kamu nggak,”


“boleh dong, kamu kan sahabat aku yang paling baik,,,”jawab keke semangat,


“eu,,, bukannya aku nyindir kamu ke, tapi di otak aku cuma ada ini,,, ada 2 orang cowok yang ngejar-ngejar aku, yang satu aneh tapi gokil, dan yang satu lagi pinter dan
perhatian,,,”


“trus??”Tanya keke penasaran


“aku pilih yang aneh tapi gokil,,, tapi, karena yang pinter itu baik banget, jadi aku belum berani bilang, aku takut dia ngambek,,,”


“kan katanya baik, kok bisa ngambek??”


“ya gitu deh,,, eu, trus, aku minta bantuan kamu buat jadian ama dia,,,”


“hah?? Aku kan belum kenal ama dia,,,”


“besok aku kenalin kok, kalu perlu hari ini,,, yaa, please,”


“eu,,,,,, hmm, gimana ya??”


“ayolah ke,,, sekali ini aja,,,”


“ya udah deh, tapi dia pinter kan??”


“iya,,,”


“ya udah, sampe jumpa besok ya, bye,,,”


“jadi ceritanya ngusir nihhh,,,”sindir oik yang masih meneguk segelas air putih,


“eh, maaf maaf, nggak kok,,, silakan aja kalo kamu masih mau di sini,,,”


“hehehe, mukanya jangan di tekuk gitu dong, aku kan cuma becanda, hehe”


***


Sore ini, di sore yang indah ini,,, Alvin kembali menunggu seseorang, tetapi bukan di taman sekolah, melainkan di taman kota (ya elah, cuma beda belakangnya aja,,,),,,


Alvin berulang kali melihat jam di tangannya, berulang kali pula melihat ke arah kiri dan kanannya,,, sampai akhirnya, Alvin memutuskan untuk pulang,,, tetapi, di tengah
jalan, ia bertemu dengan orang yang tadi di tunggunya,,,


“hos hos,,, maaf telat,,,”ucap sivia kelelahan,


“minum dulu,”tawar Alvin,


“makasih,,, duduk di sini aja,,,”


Setelah sivia tenang, Alvin mulai menjelaskan maksudnya bertemu via,


“eu,,, maaf vi,”


“maaf kenapa??”


“waktu itu, waktu itu gw bimbang banget, waktu itu gw nggak bisa ngertiin apa maksud elo,,, tapi, seiring berjalannya waktu, gw semakin penasaran ama itu,,,”


“itu tuh apa??”


“perasaan elo ke gw, elo pernah bilang ke gw, tapi, dengan jawaban yang berbeda, gw bingung vi,,,”


“oke,,, emang, waktu itu gw bohong, tapi sekarang gw jujur, kalo gw cinta elo, gw nggak bisa ngebohongi perasaan gw sendiri, cinta gw cuma buat elo,,, gw yakin itu,”


Alvin sedikit menoleh ke sampingnya, di lihatnya seorang perempuan yang sedang mengungkapkan kejujuran hatinya, perempuan itu memeluk erat lututnya sendiri, terlihat sedikit pengharapan di raut wajahnya, dan
matanya hanya tertuju pada gugusan awan yang sangat indah kala itu,,,


“gw juga,,,”celetuk Alvin,


“gw juga cinta ama elo, gw terlalu egois buat ngungkapin ini semua, tapi itu sungguhlah jujur, gw cinta ama elo coklat,,,”sambung alvin


Via tidak menghiraukannya, via tetap saja memandangi langit,,,


“coklat, coklat,,,”ucap Alvin mencoba mengubah posisi via,


Via sedikit menoleh, sedikit tersenyum, tetapi, via kembali lagi melihat langit,,,


Entah mengapa, via terlihat senyum-senyum sendiri, tingkah anehnya itu, semakin menambah rasa penasaran Alvin,,,


“elo kenapa??”


“nggak,”


“trus gimana??”


“gimana apanya??”


“tentang kita,,,”


“liat besok aja ya stroberi,,,”ucap via sambil memberikan sebuah surat kepada Alvin,
dan langsung berlalu pergi,,,


“ini apa??”Alvin heran sendiri,


***


Shilla masih saja mendekap erat tubuh rio, mendekapnya, dan semakin mendekapnya,,, bagaikan daun yang tak mau berguguran, shilla pun tak mau melepaskan dekapannya,,,


“shill,”rio mencoba menyapa


“heuh, apa yo??”


“nggak, cuma nyapa”


“ohhh, kirain ada apa,,,”


Lalu, rio pun menghentikan laju motornya,,,


“lho kok berhenti sih yo??”


“udah turun aja,,,”


Tanpa basa-basi, shilla langsung turun dari motor rio,,,


“ini dimana yo??”


“kok elo nggak nyadar??”


“nggak nyadar?? Emang ini dimana sih??”


“ini jembatan deket rumah elo, tuh rumah elo,,,”


“ya ampun, kok gw bisa lupa ya??”


“ya udah deh, nggak apa-apa,,, kita ngobrol di sini aja yaa,,,”


“shill,,, gimana urusan elo ama Alvin??”rio mencoba memulai pembicaraan


“udah beres yo, udah clear kok,,, thanks ya,,,”ucap shilla sambil memberikan senyumnya,,,


“eu,,, elo cantik ya,”ucap rio seketika,


Shilla hanya melongo heran,


“eh maaf, tapi emang bener kalo elo tuh cantik, hehe”rio malu-malu,


“makasih yo, elo juga ganteng,,,”


“oia yo, elo tau ify kan??”Tanya shilla


“ify??”


“iyaaa, dia mantan elo kan??”


Rio hanya bisa mengangguk,


“elo tau darimana??”Tanya rio,


“ify itu sahabat gw, gw tau elo dari ify, bahkan kita udah pernah ketemu kan??”


“ketemu?? Oh, iyaaa, waktu itu kan kita jalan bertiga, gw, ify, juga elo,,, pantesan gw ngerasa pernah kenal elo
jauh sebelumnya,,,”


“iya yo,,,”


“eu, shill,,, pulang yuuk,”


“kan baru bentar yo,,,”


“besok kita bisa ketemu lagi kan??”


“iyaaa,,, ya udah, ayooo,”


Lalu, rio pun mengantarkan shilla sampai depan rumahnya, walaupun hanya berjarak 50 meter dari jembatan itu,,,
Malam ini, di malam yang sunyi ini,,, Alvin mencoba membuka surat yang diberikan via tadi, mencoba mengerti akan kata-katanya, mencoba mengerti akan maksudnya,,,


Vin, aku udah tau kamu mau ngomong apa,,,

Aku juga tau kalo kamu suka aku,,,

meskipun aku cuma nebak, tapi aku liat dari sorot mata kamu, sorot mata kamu nggak seperti biasanya, ada sepancar harapan dari sorot mata kamu,,,

maafin aku vin, waktu itu aku bohong, tapi bener,,, waktu itu aku cuma nggak pengen kamu tau kalo aku cinta kamu, kalo aku sayang kamu,,,

tapi, sekarang aku sadar, kalo cinta itu nggak bisa di sembunyiin, cinta itu nggak bisa di pendam,,,

aku cinta kamu stroberi,,, ^_^


Alvin hanya senyam-senyum, membayangkan wajah via, membayangkan si coklat yang selalu melekat di hatinya,,,


***


Cakka mencoba mengelap keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya, mencoba menghentikan nafasnya yang tersendat-sendat, mencoba menghilangkan dehidrasi di dalam
tubuhnya,,,


Memang, seharian ini, semenjak pulang sekolah, cakka masih betah bermain dengan bola basketnya, tetapi, ada yang aneh dengan cakka, berulang kali cakka melihat ponselnya,
sepertinya cakka sedang menunggu message atau panggilan dari seseorang,,,


Saat cakka keluar dari lapangan basket, terdengar suara seseorang yang memanggilnya,,,


“cak, cakkaaa,,,”


Cakka menengok ke belakang, tak ada satu pun orang yang di lihatnya, kemudian, cakka kembali berjalan,,,


“woyy, di panggil nggak nyaut-nyaut,,,”ucap orang tsb, yang ternyata sudah berada di depan cakka,,,


“eh ag, sorry sorry,,, gw pikir elo di belakang,,, gw tungguin dari tadi, baru dateng sekarang,,, trus kenapa nggak sms dulu,”keluh cakka,


“maaf deh cak, tadi ada urusan, kalo soal sms, ponsel gw lowbatt,,, terus, jadi nggak nih??”


“kemana??”


“ke mall,”


“siapa yang ngajak??”


“yeah, waktu di sekolah kan elo ngajak gw jalan,,,”


“iyaaa, tapi bukan ke mall,,,”


“terus, kemana??”


“tanding basket,,,”


“tanding??”


“iya, kalo elo kalah, elo harus jadi pacar gw,,, trus, kalo elo menang, elo boleh ngehukum gw apa aja, terserah elo,,,”


Agni sedikit mikir-mikir kala itu,,,


“hmm,,, gimana yah?? Hmm, oke deh,,, deal yaaa,,,”ucap agni sambil menjulurkan tangannya,,,


“deal,,,”


Lalu, mereka berdua pun kembali masuk ke lapangan,,,


Agni tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, memang sih, hatinya mencintai, tapi dia gengsi kalo kalah dari cakka,,,


“cakka kan abis maen, pasti dia lemes deh,,,”batin agni,


Beberapa menit kemudian,


Cakka terlihat lelah, tak ada lagi cakka yang salalu bersemangat jika bermain basket, energinya sudah habis,,,


“hos, hos,,,”suara nafas cakka yang semakin terkuras,,,


“sini cak, tangkap bolanya,,, masa kalah sih ama cewek,,,”agni memperolok-olokan cakka,,,


“diem elo, tadi gw abis maen,,, elo sih baru maen sekarang, jadi elo masih fit,,,”


Tak lama berselang, waktu pertandingan akan habis,,, tapi skor cakka tetap tidak bertambah,,,


Sampai akhirnya,,,


“yeahhh, gw menang,,,”sorak agni merayakan kemenangannya,,,


“jauh banget cak skor elo,,,”teriak agni


Cakka menghela nafasnya,,,


“sekarang, apa hukuman elo??”


“ehmm,,, hukuman gw??”


“iyaaa,,,”


“eu,,, hukumannya ituuuu, ng,,, elo harus jadi pacar gw,,,”celetuk agni,


“hah??”sontak cakka kaget,


“sekali lagi ag,,,”ucap cakka yang masih tak percaya,


“hukumannya, elo harus jadi pacar gw,,,”ucap agni sekali lagi,,,


Entah mengapa, tubuh cakka yang tadinya lemas tak berdaya, sekarang kembali sehat bugar bagai orang yang baru mandi,,,


Cakka langsung girang-girang, loncat-loncat ga jelas,,,


“thanks ya ag,,,”ucap cakka sambil meluk agni,


agni hanya senyum, dan berkata ‘aku cinta kamu,,,’


“aku juga,,,”balas cakka


Lalu, mereka berdua keluar dari lapangan basket, dengan tangan yang saling menggenggam erat, dengan sorot mata yang penuh arti, dan dengan hati yang saling menyatu,,,


***


Tadinya, keke akan di perkenalkan dengan ozy besok,,, tapi, oik berubah pikiran, dan akan memperkenalkannya, malam ini juga,,,


Rasa deg-degan keke terdengar jelas, mukanya merah, dan hatinya terasa nggak karuan,,,


“gimana ke?? Udah siap??”Tanya oik,


Keke menghela nafasnya sejenak,,,


“udah ik,,, doain ya moga lancar,,,”


“iya,,, ucap oik sambil mengembangkan senyum manisnya,,,”


Terlihat ozy yang sedang duduk di suatu meja restoran, berulang kali ozy memainkan sedotannya, menunggu oik yang tak kunjung datang,,,


“hai zy,,, maaf ya telat,,,”ucap oik yang baru dateng,,,


“eh, ik,,, nggak apa-apa kok,,, ini siapa??”Tanya ozy heran saat melihat oik membawa seorang perempuan ke restoran tsb,,,


“eu,,, aku pesen minuman dulu yaaa,”ucap oik mengalihkan pembicaraan,


Ozy hanya diam tak berkata,,, sedangkan keke, keke hanya mengamati setiap lekuk wajah ozy, sepertinya ia mengenalinya, tapi dimana??


Keke mencoba menguras habis ingatan di otaknya,,, tetapi, hasilnya nihil,,, keke tidak ingat apa-apa tentang cowok keren di hadapannya itu,,,


“mungkin perasaan gw aja kali,,,”batin keke,,,


“haiii, boleh kenalan??”ucap keke mencoba berekenalan,


“aku ozy, kamu??”


“keke,,,”


Lalu, mereka berdua pun saling berdiam diri lagi, berdiam tak ada maksud,,,


Tak lama, oik dateng dengan membawa 2 gelas orange juice,,,


“ini ke minumnya,,,”


“iya makasih,,,”


“udah kenalan??”Tanya oik memulai pembicaraan,


“udah,,,”ucap mereka berdua berbarengan,,,


Keke pun langsung melihat ozy dan tersenyum padanya, begitu juga sebaliknya,,,


“ohhh,,, oia zy aku boleh ngomong sesuatu nggak??”Tanya oik,


“boleh aja,,, ngomong apa??”


“eu,,, sebelumnya maaf ya kalo ucapan aku menyinggung hati ama perasaan kamu,,, tapi aku harus ngomong ini sebelum terlanjur,,, kalo ak,,, ak,,, aku tuh pilih ray,,,”


“jadi, elo nolak gw??”bentak ozy,


“maaf zy,,,”ucap oik langsung menunduk,


Otak ozy pun langsung berfikir,,,


“jadi, elo ngenalin gw ama keke cuma buat nebus kesalahan elo kalo elo nolak gw??”bentak ozy lagi sembari berlalu pergi,,,


Perlahan, air mata oik pun keluar dengan sendirinya, keke mencoba menghapusnya,,,


“apa aku salah ke??”Tanya oik


“nggak, kamu nggak salah kok,,, cuma keadaan aja yang salah,,,”ucap keke menenangkan,,,


Sebelumnya, oik belum pernah melihat ozy semarah itu, oik merasa itu kesalahan terbesarnya, jadi karena itulah oik terus menyalahkan dirinya sendiri,,,
Pagi ini, di pagi yang cerah ini, takdir menuliskan bahwa cerita mereka telah sampai pada ujungnya, ujung yang bahagia,,,


Sivia berangkat sekolah dengan wajah yang begitu sumringah dan sangat ceria, begitu pula kedua sahabatnya, shilla dan agni,,,


Shilla masih penasaran akan apa yang di rasakan hatinya selama ini, bila dirinya dekat dengan rio, terasa ketar-ketir yang menggoyahkan pikirannya, namun, shilla tak
tau itu pertanda apa,,,


Agni, cewek tomboy yang satu ini, masih terlihat bahagia karena kejadian kemaren sore,,, dirinya telah resmi menjadi seseorang yang harus mengisi kekosongan hati cakka, cowok
yang selama ini agni benci, namun perlahan kebencian itu terkikis habis oleh
rasa suka yang begitu mendalam,,,


Waktu terasa berjalan begitu cepatnya, tak terasa, waktu sekolah mereka telah sampai pada titik akhir, yaitu ketika dimana lonceng sekolah mereka di pukul dengan
kerasnya,,,


Agni yang masih terduduk santai di bangku lapangan basket, tempat dimana agni mendapatkan seseorang yang istimewa, yang dapat selalu mengisi hatinya,,,


tak lama, cakka, sang pangeran datang dengan membawa bola basket yang di rekatkan erat di tangan dan pinggannya,,,


“ngapain??”Tanya cakka yang baru duduk di samping agni,


“nungguin,,,”jawab agni enteng


“nungguin siapa??”


“nungguin cintaku lah, nungguin siapa lagi,,,”


“ohhh,,, nungguin gw toh,,, maen lagi yuuk”ajak cakka sambil ngasih bola basketnya ke agni


“hmm,,, kenapa nge-date kita nggak kaya nge-date orang-orang kebanyakan,,, basket lagi, basket lagi,,,”


“emang elo maunya kemana??”


“ke mall,,,”


Cakka menghela nafasnya sekejap,


“dasar cewek, kerjaannya ke mall terus,,,”


“ayolah,,,”


“hmm,,, oke deh,”


Cakka pun kembali melangkahkan kakinya, namun, agni masih terduduk santai di bangku penonton,,,


“apa lagi ag??”


“gendong,,,”ucap agni manja,


Sekali lagi, cakka menghela nafasnya,,,


“ya udah, naek sini,,,”ucap cakka sambil menyodorkan punggungnya,,,


***


Pulang sekolah, Oik langsung berlari mengejar ozy yang dari tadi memalingkan muka darinya,,,


“zy,,, tungguuuuuuuu,,,”


Ozy tak bergeming sedikitpun,,,


Tiba-tiba ada tangan seseorang yang dapat menghentikan langkah ozy,,,


“heittsss, elo nggak boleh kabur,,, kasihan oik tuh,,,”ucap ray, yang ternyata adalah orang yang dapat menghentikan langkah ozy tadi,,,


“minggir elo ray, oik buat elo aja, gw nggak butuh dia kok,,,”ucap ozy sambil langsung kabur lagi,


Lagi-lagi tangan ray dapat menghentikan langkah ozy,,,


“elo kenapa sih??”


“udah gw bilang minggir, minggir elo jangan ganggu gw,,,”


“gw bisa minggir kalo elo cerita,,,”


“Tanya aja sama oiknya langsung,,,”ucap ozy yang masih terus melangkah,


Ray menatap oik heran, mengapa oik dapat membuat sahabatnya nggak jelas kaya gitu??


Akhirnya, oik dan ray membiarkan ozy pergi untuk menenangkan dirinya,,,


Beberapa saat kemudian, oik menjelaskan semuanya ke ray, sekaligus oik jujur akan perasaannya,,,


“jadi gini ray ceritanya, kemaren itu gw bilang ke ozy kalo gw nolak dia, trus buat nebus kesalahan gw, gw kenalin ozy ama keke, sahabat gw waktu sd,,, eh, ozy malah
marah-marah,,,”jelas oik panjang lebar


“oh jadi gitu masalahnya,,, ketimbang di tolak doang kok repot, kan cewek bukan cuma elo doang,,,”ucap ray polos, yang masih nggak nyadar kalo sebenarnya oik milih dia,,,


Mimik oik terlihat kesal kala itu, karena ray yang masih celingukan sana sini nggak nyadar akan kata-kata yang oik lontarkan barusan,,,


“elo gimana sih ray, masa elo nggak nyadar-nyadar,,,”


“nyadar apanya??”Tanya ray,


“eh bentar deh, elo bilang kan kalo elo nolak ozy,,,”sambung ray


Wajah oik mulai tak terlihat kesal lagi seperti tadi,,,


“berartiiiiiiii,,, eu,,,,,, ng,,, ozy sakit hati dong,,,”sambung ray lagi


“yaahhh,,, masih nggak nyadar juga nih anak,,,”ucap oik yang berubah menjadi kesal kembali,


“nyadar apanya sih ik??”kini giliran ray yang sedikit kesal,


“elo nggak nyadar kalo gw nerima elo, gw kan nolak ozy, berarti gw nerima elo,,,”ucap oik tegas,,,


“yang bener ik??”ucap ray yang masih tak percaya,


“iyaaaaaa,,,”


“waw, berartiii,,, sekarang itu gw udah resmi jadiii,,,,,,”


Oik hanya mengangguk,,,


“asekkk,,, woyyy, mulai sekarang, gw ama oik udah resmi pacaran,,,”teriak ray yang membuat oik malu, karena begitu banyak orang yang mendengarnya,,,


“diem ray, bikin malu aja elo,,,”


“hehehe,,,”ray cengar-cengir sendiri,


“sekarang, kita mikirin gimana caranya buat nenangin ozy,,,”bisik oik,


“iyaaa,,,”


Tak lama, oik dan ray memergoki ozy sedang duduk berdua dengan seorang perempuan di taman kecil dekat sekolah mereka,,,


Karena rasa penasaran itulah, oik dan ray memutuskan untuk terang-terangan ngomong ke ozy,,,


“ozyyy,,,”ucap oik,


“eh, keke,,, kok kamu ada di sini??”ucap oik yang langsung salting karena perempuan di samping ozy adalah keke, sahabat oiknya sendiri,,,


“iya ik,,, aku lagi jalan-jalan, eh ketemu ozy, jadi ngobrol deh kita berdua, hehe, oia ik, aku juga baru inget, kalo aku pernah ketemu ozy di suatu perlombaan gitu, terus sekarang
jadi akrab deh,,,”ucap keke,


“ohh, syukurlah,,,”ucap oik dan ray berbarengan sambil mengelus dada,


“iya ik, maafin aku yaaa, aku tadi lagi emosi,,, sekarang, ada keke yang bisa nenangin aku,,,”ucap ozy,


“iya zy nggak apa-apa, maafin aku juga yah,,,”


Ozy hanya mengangguk,,,


“gitu dong bro,,, hehe”ujar ray cengar-cengir,


“iya bro, maafin gw juga yaaahhh,,,”


“iya, dari dulu juga gw udah maafin elo, elo kan banyak dosa, hehehe,,,”


“ah elo mah,,,”timpal ozy,


Ray, ozy, oik ,dan keke, adalah sekumpulan anak muda yang baru saja mengenal cinta, cinta yang memang belum bisa di bilang serius,,, tapi mereka mencoba untuk serius
menghadapi cintanya,,,


***


Shilla terduduk manis menghadap arah sunset, perlahan, jari-jari rio mulai menyentuh tangan shilla,,,


Ketar-ketir hati itu datang lagi,,, mengapa saat shilla berada di dekat rio, hatinya selalu terenyuh syahdu??


“shill,,,”sapa rio sembari melemparkan senyum manisnya,


“apa yo??”


“ehmm,,, eu,,, elo mau nggak jadi bintang??”


“bintang??”


“iya, bintang buat hati gw,,, malam demi malam, gw jalani tanpa bintang, tapi semenjak ada kamu, malam aku semakin mendesak menginginkan bintangnya,,,”


Shilla hanya tersenyum tipis,


“kamu kenapa??”


“aku mau yo,,, aku mau jadi bintang buat hati kamu,,, tapi tolong, jangan kamu usir bintangku dalam hatimu,,,”


“pasti,,, makasih ya shill,,,”ucap rio


“iya yo,,,”ucap shilla yang mulai berani menggenggam tangan rio erat-erat, seakan tak mau melepaskannya,,,


Sama halnya dengan shilla, sivia terlihat duduk dalam diam,,, dalam diamnya, ia meratapi rasa yang selalu hadir dalam hatinya, rasa yang selalu menemani mimpinya, rasa yang
selalu menginginkan sang pangeran impiannya,,,


“vi,,, aku udah baca surat kamu,”ucap Alvin,


“terus??”


“aku kan udah jelasin kemarin, kalo aku,,,”


“sssttt,,, aku udah tau,,,”


“terus, kamu mau??”Tanya Alvin yang masih duduk membelakangi via, saling membelakangi satu sama lain,,,


sivia hanya menggangguk pelan


“iya, aku mau,,,”bisik sivia pelan


“thanks vi,,, oia, aku punya hadiah buat kamu,,,”ucap Alvin sambil balik badan,,,


“apa??”


“nih,,,”ucap Alvin sambil menyodorkan beberapa buah stroberi,,,


“lho kok cuma stroberi??”


“tenang, aku bawa coklatnya kok,,, nih,,,”ujar Alvin sambil menyodorkan kembali hadiah coklatnya,,, dan langsung di ambil sivia


“tanpa coklat, stroberi terasa asam, bahkan semua orang menjauhi stroberi karena asamnya itu, tapi,,, semenjak hadirnya coklat, stroberi terasa lebih bermakna,,,”sambung alvin,


“coklat juga, terkadang orang sangat menyukai coklat, bahkan ada orang yang terlalu sering memakan coklat, sampai lidahnya tak mau lagi bergoyang menikmati manisnya
coklat, karena jika terlalu sering menikmati coklat, orang sering mendapatkan
rasa pahitnya,,, coklat juga pengen rasa yang baru, yaitu rasa asam, asamnya
stroberi,,,”jelas via yang masih menggigit coklatnya,,,


“ya udah, coklatnya buat aku aja yah, kamu makan stroberinya,,,”ujar Alvin sambil mengambil coklatnya sivia, dan langsung berlari,,,


“eh balikin coklat aku,,, dasar asem,,,”keluh via,,,


Kini, coklat dan stroberi saling menyatu, saling mengisi keduanya, saling menemukan cintanya, dan saling menjaga rasa yang telah tercipta,,,


TAMAT,,,




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar